Tahun Depan Amsterdam Harus Ditata Lebih Menarik

Wakil Wali Kota Jayapura, Ir H Rustan Saru MM (tengah) bersama Kadis Pariwisata Kota Jayapura, Mathias Bentar Mano  berbincang  bincang  dengan wartawan Cenderawasih Pos terkait ruang bagi pertumbuhan ekonomi kreatif dan komunitas di Jayapura pada penutupan Numbay Creative Festival di Taman Imbi Minggu (21/11) (Ikbal For Cepos)

JAYAPURA – Wakil Wali Kota Jayapura, Ir H Rustan Saru MM melihat bahwa dengan status kota yang masih dalam level II ternyata pelan namun pasti sektor ekonomi kreatif di Jayapura terus menunjukkan pertumbuhan yang positif. Ia menyebut untuk mendorong lebih cepat maka diperlukan sentuhan dan konsep  yang direncanakan dengan baik. Ia juga meminta Dinas Pariwisata Kota Jayapura bersama Dinas PUPR bisa saling berkoordinasi untuk menyiapkan space bagi para pelaku ekonomi kreatif.

Ia menunjuk lokasi taman Kali Anafre atau yang dulu disebut Taman Ampera untuk segera disulap pada awal tahun 2022. Lokasi tersebut dikatakan merupakan asset pemkot dan menjadi lokasi yang tepat jika akan dijadikan sebagai ruang interaksi dan bisnis bagi pelaku ekonomi kreatif. “Itu bisa (lokasi Kali  Anafre) dan itu  lokasinya milik Pemkot jadi tidak masalah. Memang perlu disiapkan sebab saya melihat para pekerja ekonomi kreatif ini yang dibutuhkan hanya 1 yakni ruang untuk  memasarkan produk,” ujar Rustan di sela-sela penutupan kegiatan Numbay Creatif Festival (NCF) di Taman Imbi, Jayapura, Minggu (21/11). Ia meminta Dispar  ikut memikirkan lokasi yang tepat kemudian berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk pekerjaannya.

“Saya minta untuk awal tahun 2022 taman itu digarap untuk dijadikan sebagai space bagi para ekonomi kreatif. Amsterdam atau yang biasa disebut Ampera Masuk ke Dalam ini harus segera disiapkan sebab saya lihat banyakyang bisa digunakan di lokasi tersebut, paling tidak sebelum saya dengan pak wali meletakkan jabatan,” jelasnya.   Kalaupun Dispar kebingungan bagaimana menjalankan, Rustan menyampaikan bahwa ada baiknya berkolaborasi dengan BUMN yang ada di Jayapura dan setiap BUMN juga wajib mendukung untuk membantu pertumbuhan ekonomi.

“Jadi awal tahun PUPR sudah harus bisa menggarap lokasi taman Anafre itu dan dijadikan tempat berekspresi, mempromosikan produk dan menjadi lokasi yang nyaman bagi warga kota. Tidak lagi menjadi lokasi yang tidak terawatt sebab kita membutuhkan ekonomi mikro ini tetap hidup dan kreatifitas anak – anak muda di Jayapura  juga mendapat tempat yang sesuai. Tidak dilepas begitu saja tapi bagaimana bisa disatukan,” imbuhnya. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *