Papua Selatan Butuh Provinsi!

Ketua Gugus Wilayah Papua UGM DR. Gabroiel Lele saat menyerahkan hasil kajian akademik PPS dan Draft UU PPS kepada bupati Merauke Drs Roamnus Mbaraka, MT, di Kantor Bappeda Kabupaten Merauke, kemarin. (Sulo/Cepos)

Dari Hasil Kajian Akademik UGM

MERAUKE– Hasil kajian akademik pemekaran Provinsi Papua Selatan (PPS) yang dilakukan oleh Universitas  Gaja Madah (UGM) telah rampung dan diserahkan oleh Ketua Gugus Wilayah Papua UGM,  DR. Gabriel Lele diterima oleh bupati Merauke Drs. Romanus Mbaraka, MT, Senin (22/11) kemarin.

   Selain  hasil kajian akademik tersebut, UGM  juga membuat draf UU pembentukan Provinsi Papua Selatan. Setelah diterima bupati, selanjutnya diserahkan ke Ketua Tim Pemekaran Provinsi Selatan  yang diterima oleh Sekretaris Tim Drs. Alberth A. Rapami, M.Si.  Bupati  Merauke Romanus Mbaraka, MT menyampaikan terima kasih  kepada pihak UGM yang telah  melakukan kajian akademik tersebut dalam rangka proses pemekaran wilayah yang saat ini tengah digulirkan oleh pemerintah dan DPR RI  untuk segera direalisasikan demi kemajuan bangsa dan negara lebih khusus untuk mendorong kesejahteraan rakyat.

    Romanus menilai bahwa  proses kajiannya sudah berjalan dengan baik baik secara bottom up maupun top down dan kajian tersebut telah didiskusikan dan dikoordinasikan secara bertahap  hingga mencapai  akhir kesimpulan yang dilakukan oleh UGM.  Bupati menjelaskan bahwa hasil kajian akademik tersebut diserahkan ke Tim Pemekaran selanjutnya tim pemekaran akan menyerahkan ke  Komisi II DPR RI dan Depdagri  dalam rangka pemenuhan syarat pengusulan provinsi.

   “Saya kira ini sebuah catatan yang baik karena ada beberapa hal yang berkembang dalam kajian ini, termasuk tentang ibukota. Termasuk kelayakan dari bidang pembangunan dan betu-betul menjadi   presentase dengan kesimpulan akhir bahwa Papua khusus  selatan Papua membutuhkan pemekaran wilayah setingkat provinsi. Sehingga akan lebih cepat  mendorong pertumbuhan pembangunan di bidang pelayanan kesejahteraan rakyat, penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan,” jelasnya.

  Bupati Romanus menambahkan  bahwa jika ada diskusi yang berkembang, misalnya  soal ibukota, dalam kajian  ini sudah betul-betul dilakukan secara holistik dan dikaji secara seksama. Karena menentukan sebuah titik untuk sentra pemerintahan tidak hanya berdasarkan aspirasi dan kemauan sepihak. Tapi, sebuah kajian komplit dari berbagai aspek. Termasuk eksternal.

   “Kesimpulan bahwa Merauke menjadi salah satu titik memenuhi syarat menjadi sentral pemerintahan setingkat  provinsi,” jelasnya.

   Sementara itu, DR. Gabriel  Lele mengungkapkan bahwa dalam  kajian akademis  tersebut pihaknya tidak menyebut layak atau tidak layak menjadi provinsi. Tapi, apakah Papua  Selatan membutuhkan  sebuah provinsi.  “UGM tidak menggunakan logika kelayakan. Tapi, UGM menggunakan logika kebutuhan. Bahwa  Papua Selatan membutuhkan provinsi. Mengapa itu. Pertama. Bukan menjadi rahasia  umum lagi bahwa bagian Selatan ini sedikit banyak diabaikan.” ungkapnya.

   Kalau dilihat dari komposisi pemeritahan, pejabat Papua Selatan yang ada di provinsi berapa orang yang ada di sana. Kemudian porsi  anggaran juga itu tidak terlalu besar. Belum kita cek hal-hal yang simbolik. Berapa kali  gubernur berkunjung ke bagian selatan. Berapa kali dinas berkunjung ke bagian selatan. Makanya kita berpikir penting untuk menghadirkan  institusi provinsi di bagian selatan Papua agar pelayanan itu bisa lebih dekat. Perencanaan dan peganggaran bisa lebih sesuai kebutuhan di Papua Selatan. Sehingga PPS butuh provinsi yang otonom,” jelasnya.

   Soal ibukota provinsi, Gabriel  Lele menambahkan bahwa semua kriteria baik fisik, sosial, politik ditakar semua baik  Merauke, Boven Digoel, Mappi maupun Asmat. ‘’Dari kriteria-kriteria itu, Merauke mendapatkan nilai  paling tinggi. Artinya dari sisi kelayakan, paling layak. Bukan berarti lainnya tidak layak. Layak juga tapi tingkat kelayakannya itu lebih tinggi  ada di Merauke,’’ tambahnya. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *