Masyarakat Adat Lapago Diharapkan Siap Hadapi Era Digital

Pelaksanaan Literasi Digital Wilayah Adat Lapago di Hotel Baliam Pilamo Wamena, Senin (22/11). (Denny/Cepos)

WAMENA-Untuk meningkatkan kreativitas dan produksifitas masyarakat melalui teknologi digital, Kementerian Kominfo melakukan Pekan Literasi Digital Wilayah Adat Lapago, Senin (22/11) kemarin. Kegiatan literasi ini  untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman masyarakat adat, terutama terkait dengan bagaimana mempelajari digital dan cara memanfaatkannya.

   Plt Sekda Jayawijaya Drs. Tinggal Wusono M.A.P menyatakan pemerintah memberikan apresiasi dengan harapan ada hal-hal positif yang bisa mereka dapatkan  dalam penggunaan dunia digital dan harapan  nanti juga akan disampaikan hal-hal negatif yang harus dihindari ketika menggunakan media sosial.

  “Dalam era digitalisasi ini banyak hal yang bisa membuat apa yang dilakukan akan semakin mudah, sehingga manfaat yang kita dapatkan dari apa yang kita pelajari bisa betul-betul kita terima dengan baik.” ungkapnya saat membuka Pekan Literasi Digital Wilayah Adat Lapago di Wamena Selasa, (22/11).

  Ia menyatakan pelaku usaha kepariwisataan sekarang sudah zaman digitalisasi, sehingga dengan mempelajari ini mereka bisa memanfaatkan itu agar lebih dikenal. Selain bisa mempromosikan apa yang dia miliki, mereka juga bisa menghasilkan uang.

  “Dengan era digitalisasi ini banyak hal yang  mereka dapatkan dengan mereka hanya di tempat tinggal masing-masing, tidak perlu ke kota Jayapura. Kondisi ini yang menurut saya perlu kita dukung untuk saudara-saudara kita bisa menggunakan fasilitas itu.”bebernya

  Terkait  jaringan internet, menurut  Tinggal Wusono, Pemerintah sudah menyurat ke Telkomsel untuk penambahan kuota dan ada beberapa yang mereka penuhi. Meski belum sebagaimana yang diharapkan, namun perlu diapresiasi, karena ternyata untuk di kampung-kampung ada tambahan pembangunan BTS.

  “Harapan saya nanti dengan terbukanya akses ini masyarakat kita juga bisa menggunakan secara baik dengan kondisi dan situasi, termasuk mempromosikan apa yang mereka miliki.,”tuturnya

   Secara terpisah Koordinator Literasi Digital di Tanah Papua Charles Imbir menyatakan  dengan adanya literasi ini maka akan terjadi koordinasi dan konsultasi di komunitas masyarakat adat yang akan menggunakan alat digital untuk hal positif dimasa depan. Sebab, kalau mereka tidak siap hari ini, maka akan mendapat masalah besar di masa yang akan datang.

  “Digital ini tidak bisa ditahan dan ditolak tetapi harus benar-benar  menyakinkan masyarakat adat harus lebih siap menggunakan itu ke hal yang positif, sehingga harus kita siapkan, kalau digital itu sudah ada apa yang mau dibuat dengan itu,”jelasnya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *