Mandalika Saksi Berakhirnya Dominasi di Superbike

BERSAING KETAT: Toprak Razgatlioglu (kiri/nomor 54) menempel ketat Jonathan Rea (nomor 1) pada seri terakhir WSBK di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Miggu (21/11). (LOMBOK POST)

JawaPos.com – Dia merasa sang ayah hadir langsung di Pertamina Mandalika International Street Circuit Minggu (21/11). Menyaksikannya menjadi juara World Superbike (WSBK) yang untuk kali pertama dihelat di Indonesia sejak 1997 itu.

”Ayah selalu menginginkan saya menjadi juara dunia. Gelar ini untuk dia,” kata Toprak Razgatlioglu, sang juara, sembari menahan tangis, seperti dilaporkan Lombok Post.

Razgatlioglu sebenarnya hanya finis di urutan kedua di belakang pesaing terberatnya, Jonathan Rea, pada race pertama di sirkuit yang berada di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, tersebut. Tapi, itu sudah cukup untuk memastikan teraihnya gelar bagi pembalap Pata Yamaha asal Turki tersebut.

Gelar WSBK tersebut sangat bersejarah bagi Razgatlioglu dan Turki. Itu titel pertama bagi pembalap 25 tahun tersebut, juga yang pertama bagi Turki di Superbike. Sekaligus mengakhiri dominasi Rea, pembalap Kawasaki Racing Team, yang selalu merebut takhta sejak 2015.

Razgatlioglu total mengoleksi 564 poin. Unggul 13 angka atas Rea, juara Superbike enam kali asal Irlandia Utara, yang mengumpulkan 551 poin. Sementara posisi ketiga diduduki pembalap Amerika Serikat Scott Redding yang memperkuat Aruba.it Racing-Ducati dengan perolehan 501 poin.

Pergelaran Superbike ini juga bersejarah bagi Indonesia. Inilah balapan elite dunia pertama yang dihelat di Indonesia sejak kali terakhir Superbike dan GP 500 (kini MotoGP) digelar di Sirkuit Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada 1997. Rencananya, pada Maret tahun depan, giliran MotoGP yang hadir di Mandalika.

Dampak perhelatan Superbike juga sangat terasa bagi Lombok. Antusiasme begitu tinggi.

”Ini kan event balap motor internasional pertama yang diselenggarakan di Indonesia. Makanya, saya bela-belain datang ke sini sekalian mau lihat Sirkuit Mandalika yang bertaraf internasional,” ujar Endah, salah seorang wisatawan asal Medan, Sumatera Utara, kepada Lombok Post.

Endah tak datang sendirian. Dia bersama dua rekannya, Amira dan Sherlina. Mereka bertiga berasal dari daerah yang berbeda. Namun, karena sama-sama menyukai balapan, mereka sepakat bertemu di Lombok untuk menonton langsung suasana balapan. ”Saya di sini menginap selama seminggu. Selesai balapan nanti mau jalan-jalan,” sambung Endah.

Sementara Amira yang berasal dari Surabaya mengaku memang suka dengan olahraga balap motor. Baik Superbike maupun MotoGP. Karena itu, dia sangat senang mendengar kabar ketika di Lombok akan dibangun Sirkuit Mandalika sekaligus menjadi penyelenggara Superbike dan MotoGP.

”Senang bisa menonton balapan langsung di Indonesia, nggak perlu ke luar negeri,” ujar perempuan berkerudung tersebut.

Pantauan Lombok Post di area sekitar Sirkuit Mandalika kemarin, pengunjung datang memadati sirkuit dari parkir barat dan timur. Tribun yang terlihat longgar pada Jumat dan Sabtu kemarin terlihat penuh meski hujan mengguyur deras.

Dua race kemarin berlangsung pada pukul 11.00 Wita (lebih cepat satu jam dari WIB) dan 16.30. Race kedua mundur satu setengah jam dari jadwal akibat guyuran hujan deras.

Karena hujan masih mengguyur pula, jumlah lap race 2 akhirnya lebih sedikit dibanding dengan race 1 yang terlaksana 20 lap. Race 2 hanya berlangsung 12 lap.

Kedua race itu dimenangi Rea. Tapi, dengan tambahan 20 poin yang didapatkannya di posisi kedua pada race 1, Razgatlioglu sudah tak terkejar lagi oleh Rea.

Selisih poin mereka berdua setelah race 1 adalah 25 poin. Dengan Razgatlioglu mencatatkan 551 poin dan Rea 526 poin. Andai pun Rea berhasil mengejar poin Razgatlioglu di race 2, jumlah kemenangan Razgatlioglu selama seri balapan Superbike 2021 lebih banyak dari Rea. Sehingga gelar juara otomatis dikunci pembalap yang dimentori pembalap legendaris Turki Kenan Sofuoglu itu.(JawaPos)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *