KKB di Yahukimo Punya Empat Pucuk M 16

Dandim 1715/Yahukimo Letkol Inf Christian Ireeuw didampingi istri saat menjenguk Danpos Kapten Inf. Arviandi korban penembakan KKB di Distrik Suru-suru, yang dirawat di RS Marthen Indey, Senin (22/11). (Elfira/Cepos)

*Pasca Penyerangan Anggota TNI, Patroli Kepolisian Ditingkatkan di Yahukimo

JAYAPURA-Dandim 1715/Yahukimo Letkol Inf Christian Ireeuw, menjenguk Danpos Kapten Inf. Arviandi korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Suru-suru, Kabupaten Yahukimo,  Sabtu (20/11) lalu.

Kapten Arviandi yang dirawat di RS Marthen Indey, Kota Jayapura dalam keadaan membaik saat dijenguk Dandim, Senin (22/11) kemarin. Dia terlihat tertidur di ranjang rumah sakit dengan beberapa alat medis menempel di tubuhnya.

“Kondisi Kapten Arviandi sadar. Kesehatannya stabil hanya saja luka tembak di bagian tangan kanan dan bagian perut membuat dia lemah. Tapi secara umum dia stabil,” kata Dandim kepada Cenderawasih Pos.

Lanjut Dandim, direncanakan Selasa (23/11) hari ini korban bakal dirujuk ke Rumah Sakit Gatot Subroto untuk penanganan medis selanjutnya. “Korban rencana dirujuk ke Jakarta untuk tindakan medis yang lebih lanjut,” ucapnya.

Dikatakan, pasca aksi penyerangan terhadap anggota TNI di Distrik Suru-suru, aparat melakukan pengejaran terhadap KKB yang diduga pimpinan Tendius Gwijangge tersebut. Saat ini, anggota masih berada di Pos Persiapan Suru-suru. “Masih ada anggota di Pos, mereka sedang melakukan pengamanan di sana,” kata Dandim.

Menurut Dandim, Tendius  Gwijangge adalah salah satu kelompok yang saat ini sedang gerilya  melakukan aksi-aksi di Yahukimo. Kelompok ini dibantu kelompok KKB lainnya seperti Kelompok Egianus Kogoya.

Dikatakan Dandim, dengan kepemilikan senjata mereka saat ini yakni empat pucuk M16 yang berasal dari PNG serta memiliki amunisi yang cukup.

“Informasi yang kami dapatkan, kelompok ini akan membuatk kekacauan menjelang 1 Desember. Motif mereka peringatan ulang tahun KNPB dan ulang tahun OPM,” ucapnya.

Dijelaskan, KKB membeli amunisi dari PNG dengan cara dibarter dengan emas yang mereka palak dari penambang yang berada di pendulangan di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo.

“Kekuatan KKB Tendius Gwijangge dan kelompok Egianus Kogoya berjumlah 20 hingga 30 orang sudah berada di Yahukimo. Bahkan, informasinya sudah ada sniper dari Nduga,” jelasnya.

Dandim pun mengingatkan anggota tetap waspada dan melakukan antisipasi, Saat ini anggota TNI-Polri yang ada di Yahukimo rutin melakukan patroli hingga menjelang 1 Desember mendatang.

Sementara itu, pasca penyerangan dua anggota TNI dari satuan BKO Aparat teritorial (Apter) Koramil Persiapan Suru-suru, Kabupaten Yahukimo, Sabtu (20/11) lalu, Wakapolda Papua, Brigjen. Pol. Dr. Eku Rudi Sudarto, SIK., meminta anggota Polri yang ada di lapangan untuk meningkatkan kewaspadaan.

Wakapolda juga menyampaikan rasa prihatinnya dengan kondisi seperti ini, ia berharap kelompok tersebut (KKB-red) memiliki kesadaran  dan bisa menyerahkan diri meski realitanya  mereka tidak akan bisa memahami itu.

“Kita senantiasa bekerja sama dengan seluruh instansi terkait untuk sama sama menjaga keamanan,” ucap Wakapolda saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Senin (22/11).

Pasca peristiwa penyerangan tersebut, Polda Papua telah memberikan penekanan dan petunjuk kepada semua unit di lapangan dalam hal ini Polres jajaran maupun Polsek-polsek yang menjadi garda terdepan di penanggulangan, untuk tetap waspada. “Memang tidak mudah diucapkan, tapi itulah yang harus dilakukan oleh rekan rekan di lapangan,” kata Wakapolda.

 Secara terpisah Kapolres Yahukimo, AKBP. Deni Herdiana menyampaikan, patroli gabungan TNI-Polri yang ditingkatkan pasca insiden penyerangan terhadap dua anggota TNI di Distrik Suru-suru.

“Satu bulan terakhir, Polri bersama BKO Brimob melakukan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan. Patroli ke tempat-tempat yang rawan, termasuk patroli jalan kaki ke tempat-tempat keramaian dan menciptakan supaya masyarakat tenang dengan kehadiran TNI-Polri,” kata Kapolres saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos.

Selain patroli, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan para tokoh yang ada di Yahukimo seperti tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat.

“Situasi hingga saat ini aman terkendali. Untuk pelaku penembakan di Distrik Suru-suru, kelompoknya kita belum dari kelompok mana. Namun yang jelas dari KBB, hanya saja kelompoknya kita belum tahu dari kelompok mana,” tutup Kapolres. (fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *