Kenaikan UMP Tidak Berdampak ke Kenaikan Harga Bapok

Omah Laduani Ladamay (Yohana/Cepos)

JAYAPURA – Dinas Perindagkop Provinsi Papua akui,  kenaikan UMP tidak akan menimbulkan gejolak kenaikan harga bahan pokok.

Kepala Dinas Perindakop Provinsi Papua, Omah Laduani Ladamay menjelaskan,  penetapan UMP (Upah Minimum Provinsi ) Papua, tidak akan memberi dampak terkait peningkatan harga kebutuhan pokok di pasaran.

Pasalnya, kenaikan UMP tahun 2022 ini relatif tidak besar, yakni 1,29% dengan demikian tidak akan mempengaruhi nilai pasar.

“Jika kenaikan UMP mencapai 10% atau lebih,  pastinya dampak kenaikan pada harga barang di pasaran akan terlihat, namun karena ini tidak signifikan,  maka secara otomatis harga barang akan tetap terkontrol,” ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Senin (22/11) kemarin.

Diakuinya, sampai dengan saat ini, inflasi Provinsi Papua masih sangat terkontrol dengan baik, yang mana sudah 2 tahun terakhir Pemerintah Provinsi Papua mendapat penghargaan terkait kontrol inflasi yang sangat baik.

Menurutnya, dengan situasi tersebut,  pastinya akan relatif stabil. Meski ada kenaikan UMP diharapkan nantinya tidak terlalu berdampak besar bagi masyarakat. (ana/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *