Jaga Kedamaian Selama  Perayan Natal!

Ketua DPRP , Johny Banua Rouw, bersama Bupati Natalis Pigai bersama perwakilan pimpinan DPRP  dan DPRD Intan Jaya menggelar konferensi pers usai pertemuan di Ruang Bapumperda DPR Papua , Senin (22/11) kemarin. (Yewen/Cepos)

*Minta Presiden Tinjau Kembali Perizinan Block Wabu

JAYAPURA– Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Provinsi Papua  mengundang Pemerintah Daerah (Pemda) Intan Jaya, DPRD Intan Jaya, MRP, TNI-POLRI, tokoh agama, tokoh adat dan sejumlah pihak untuk membahas mengenai konflik bersenjata yang terjadi di Kabupaten Intan Jaya Papua . Pertemuan ini berlangsung di Ruang Bapumperda DPR Papua , Senin (22/11).

Pertemuan ini dilakukan secara tertutup dan dipimpin langsung oleh Ketua DPR Papua , Jhon Banua Rouw dan dihadiri oleh Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni bersama sejumlah anggota DPR Papua , MRP, TNI-POLRI, tokoh agama dan tokoh adat di Papua .

Ketua DPR Papua , Jhon Banua Rouw mengungkapkan bahwa dalam pertemuan yang dilakukan ini ada beberapa hal yang disepakati. Pertama, pihaknya akan membuat surat seruan kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menimbulkan konflik selama perayaan natal berlangsung.

“TNI-POLRI dan TPN-OPM kita minta untuk untuk hentikan aksi-aksinya, sehingga tidak membuat dampak kepada masyarakat yang akan masuk dalam suasana perayaan natal. Kita mau dalam perayaan natal ini masyarakat bisa hidup damai dan masyarakat bisa merayakan natal dengan baik. Tidak merasa ketakutan dan bisa berkumpul dengan keluarganya dan merayakan natal dengan suka cita,” ungkapnya dalam konferensi pers usai pertemuan yang berlangsung di Ruang Bapumperda DPR Papua , Senin (22/11).

Kedua, kata Jhony pihaknya akan membentuk tim gabungan yang terdiri dari berbagai pihak untuk bekerja, melakukan kajian-kajian dan rekomendasi yang akan disampaikan kepada semua pemangku kepentingan di negara ini, terutama kepada Presiden RI, Joko Widodo, supaya dapat menyelesaikan masalah-masalah yang ada di tanah Papua .  “Salah satunya kita minta untuk melakukan peninjauan kembali kepada rekomendasi izin Block Wabu yang ada di Intan Jaya,” katanya.

Menurut Jhony, yang ketiga, yaitu penempatan pasukan pasukan non organik yang ada di Intan Jaya harus berkoordinasi atau atas permintaan Kapolda dan Pangdam di Papua  dan atas kendali Kapolda dan Pangdam di Papua . Hal ini agar penempatan pasukan betul-betul sesuai dengan kebutuhan yang ada di tanah Papua . Dan dalam melaksanakan tugas dapat dikendalikan oleh Kapolda dan Pangdam di Papua .

Jhony mengimbau kepada masyarakat untuk tenang dan tidak terprovokasi. Dan juga bagi TNI-POlRI dan juga TPN-OPM untuk menahan diri supaya suasana bisa aman dan nyaman serta pelaksanaan natal nanti berjalan aman dan damai.

Sementara itu, Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni mengucapkan, puji Tuhan karena hari ini (kemarin-red) telah dilaksanakan pertemuan. Semua ini lantaran kepedulian dan keprihatinan terhadap situasi konflik terhadap masyarakat Intan Jaya. Pertemuan ini difasilitasi oleh DPR Papua .

“Kami Pemda Intan Jaya bersama masyarakat memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya. Harapan kami tim yang terbentuk di kabupaten bisa mengedepankan persuasif dan kekeluargaan untuk terus membangun komunikasi dengan saudara-saudara kita TPN-OPM atau KKB yang berseberangan dengan NKRI,” ucapnya.

Tabuni menyampaikan, pihaknya bersama seluruh elemen mencari solusi-solusi agar dapat menciptakan masyarakat yang aman dan damai di Intan Jaya. Masyarakat aman, maka pembangunan akan dilaksanakan dengan baik.  “Saat ini konflik bersenjata membuat pembangunan secara umum dan masyarakat trauma serta aktifitas ekonomi lumpuh total di Intan Jaya,” ujarnya. (bet/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *