Numbay Creatif Festival Ajang Unjuk Gigi Industri Kreatif

Suasana sharing session dalam ajang Numbay Creative Festival (NCF) yang dilaksanakan di Taman Imbi, Minggu  (21/11) kemarin. (Gamel Cepos)

JAYAPURA – Ajang Numbay Creative Festival (NCF) secara resmi dibuka Wali Kota Jayapura, Sabtu (20/11). Even ini bisa dibilang menjadi  ruang bersama bagi pekerja  ekonomi kreatif yang ada di Jayapura untuk  mempromosikan atau memperkenalkan produk maupun usaha yang digeluti. Terdapat 17 subsektor yang digarap dan tahun ini lebih focus pada memperkenalkan industry music. Banyak grup music yang tengah berkembang namun perlu diberi ruang lebih untuk bisa eksis dan semakin digemari.

“Ini tahun kedua setelah sebelumnya di tahun 2019 digelar pertama  namun di tahun 2020 tidak dilakukan karena pandemic covid,” kata Ketua NCF, Deny Jackson dalam pembukaan di  Taman Imbi Sabtu malam. Ia menyampaikan bahwa ada semangat yang sama dimiliki para pekerja industri kreatif dan sejatinya perlu diberi ruang untuk bisa saling mendukung. Dinas Pariwisata Kota Jayapura dikatakan telah menyiapkan ruang ini menjadi agenda tahunan. Sementara Tomi Mano menyampaikan bahwa dari titik nol semangat membangun ekonomi kreatif  dimulai.

Jayapura menjadi kota yang indah unik, eksotik dan merupakan kota jasa perdagangan serta studi. Pertumbuhan penduduk juga sangat pesat setiap tahunnya. “Pertumbuhan roda ekonomi mengalami peningkatan yang sangat signifikan sehigga perlu mengedepankan teknologi informasi sehingga diharapkan ada muncul ide ide kreatif dalam pembangunan. Ini membutuhkan ketikutsertaan semua pihak,” beber Tomi Mano. Dan mau tidak mau semua pihak harus diikutkan sehigga iapun meminta Dispar bisa memfasilitasi NCF. “NCF adalah mitra yang berisi banyak sosok hebat untuk membangun industri kreatif termasuk Dispar harus bisa memberikan penghargaan kepada pelaku ekraf dan pendampingan serta stimulan bagi yang mau berkembang,”  tutupnya.

Dalam event  selama 2 hari ini tercatat banyak pekerja ekonomi kreatif yang mengharap ruang untuk bisa memasarkan produk. Wakil Wali Kota, Ir H Rustan Saru MM yang sempat berdiskusi dengan  para pedagang mendengar langsung upaya dan pendapatan yang diperoleh. “Dari buka hingga siang untuk penjualan es krim saja sudah mendapat Rp 1 juta, ini belum yang lain sehingga saya pikir NCF sangat tepat untuk dipakai menjadi ruang pengembangan ekonomi kreatif tadi. Itu baru produk makanan, belum kuliner, kriya, dan produk buatan home industri lainnya,” tutup Rustan. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *