Layanan Pemerintahan di Distrik Kemtuk Gresi Tidak Jalan

Tampak depan Kantor Distrik Kemtuk Gresi yang hampir dipenuhi rerumputan liar. Foto ini diabadikan Jumat (19/11). (Robert Mboik Cepos)

SENTANI– Dalam kunjungan kerjanya  ke Distrik Kemtuk Gresi, Komisi A DPRD Jayapura  menemukan sejumlah persoalan yang mendasar.  Terutama terkait dengan pelayanan pemerintah distrik itu kepada masyarakat.

Dalam kunjungan itu, komisi A sempat berdiskusi dengan Kepala Distrik Kemtuk Gresi, Sutriman dan satu orang stafnya yang sempat hadir saat itu. Beberapa hal turut dibicarakan, namun yang menjadi perhatian Komisi A terkait dengan layanan pemerintahan di Distrik Kemtuk Gresi. Hingga kantor dibiarkan dalam waktu yang sangat lama tanpa ada aktivitas pemerintahan.

“Saya melihat kantor distrik ini seperti bekas basecamp bangunan begitu, tidak terlihat seperti mirip kantor,”kata anggota Komisi A DPRD Jayapura Sihar Tobing kepada kepala distrik dan sejumlah anggota dewan lain yang turut hadir dalam diskusi itudi Kantor Distrik Kemtuk Gresi Jumat (19/11).

Kondisi Kantor Distrik Kemtuk Gresi memang sangat memprihatinkan,  rerumputan liar tumbuh subur di sekitar kantor itu. Sejumlah ruangan milik staf tampak lengang, tidak ada aktivitas apapun di sana dalam waktu yang cukup lama. Lantas Sihar Tobing mempertanyakan persoalan ini kepada Sutriman selaku Kepala Distrik Kemtuk Gresi. Terutama kondisi kantor yang semarawut, tidak ada penataan, dan tidak adanya layanan kepada masyarakat setempat.

“Ketika staf tidak betah,  kepala distrik juga tidak betah, rakyat mau ke mana,” kata Sihar dengan nada kecewa kepada Kadistrik Kemtuk Gresi, Sutriman.

Pada kesempatan itu Sihar juga mempertanyakan jumlah staf yang bekerja di Kantor Distrik Kemtuk Gresi itu. Termasuk besaran pagu anggaran tahun ini yang dikelola pemerintah distrik  untuk pelayanan kepada masyarakat. Pertanyaan itu muncul karena Sihar menilai, pemanfaatan anggaran yang masuk ke distrik bisa jadi tidak dimanfaatkan dengan baik. Karena, apabila anggaran digunakan dengan baik, tentunya aktivitas pemerintahan berjalan normal. Atas kondisi itu, Politisi Partai Golkar itu juga mengaku sangat pesimis dengan program kerja dari distrik, termasuk hasil Musrenbang yang sudah dilaksanakan mulai dari tingkat kampung sampai di tingkat distrik.

“Saya pesimis. Biar kalian buat Musrenbang dan kegiatan segala macam, tapi kalian saja tidak pernah ada di kantor,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Distrik Kemtuk Gresi, Sutriman mengakui, selama ini  pihaknya sudah berusaha menjalankan roda pemerintahan di distrik itu, hanya saja memang belum benar-benar maksimal.  Dirinya mengakui hampir semua pegawai di distrik itu tidak aktif untuk menjalankan tugasnya. Bahkan dalam satu tahun, jumlah kunjungan masyarakat ke distrik tidak lebih dari 10 orang.

“Mungkin dalam setahun untuk kunjungan masyarakat ke distrik tidak sampai 10 orang,” katanya.

Menyikapi persoalan ini, pihaknya berjanji akan melakukan pembenahan internal termasuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat di wilayah itu. (roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *