Kasus HIV di Papua Bagai Fenomena Gunung ES

Anton Mote (Yohana/Cepos)

JAYAPURA – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua mengakui, kasus HIV-AIDS di Papua bagaikan fenomena gunung es di dasar laut, yang hanya kelihatan puncaknya tetapi bongkahan besar didalamnya tidak terlihat.

Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Papua, dr.Anton Mote menjelaskan,  ini menjadi PR ke depan yang akan pihaknya selesaikan. Kasus HIV-AIDS di Papua tidak bisa dibiarkan seperti itu.

“Hari ini terbukti bahwa virus Covid-19 semakin menurun karena ada vaksinasi, tetapi HIV tidak ada vaksinasi, salah satu upaya yang harus dilakukan adalah menjaga perilaku dan tidak adanya seks bebas,”ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Sabtu (20/11)..

Diakuinya, merubah karakter dan perilaku seseorang tidak semudah membalikan telapak tangan, untuk itu pihaknya berharap LSM dan KPA bekerja keras mengantisipasi penyebaran HIV-AIDS di Papua.

“Memutuskan rantai penyebaran HIV-AIDS merupakan upaya yang harus dilakukan. Selain itu kita juga akan berupaya membongkar bongkahan kasus HIV-AIDS yang masih tersembunyi di bawah dasar laut,” tambahnya.

Menurutnya, kasus HIV-AIDS yang terdeteksi diketahui dari mereka-mereka yang terinfeksi dan melakukan pengobatan, bahkan mereka yang meninggal dan ketahuan penyebabnya karena HIV, sementara sekian banyak orang di luar sana belum terdeteksi.

“Banyak orang yang belum memeriksakan diri mereka. Sementara mereka masih dengan sangat aktif menularkan dengan gaya perilaku seks bebas  mereka,” tambahnya. (ana/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *