Gubernur: Rawatlah Gereja GIDI Jemaat Eden

Penandatanganan prasasti peresmian dan pentahbisan Gedung Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) Jemaat Eden, Sabtu (20/11). (Gratianus silas)

JAYAPURA– Pentahbisan Gedung Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) Jemaat Eden, Sabtu (20/11), setelah diresmikan Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP., MH.

“Saya sebagai Gubernur Papua mengatasnamakan Pemprov Papua mengucapkan selamat atas pentahbisan Gereja GIDI Jemaat Eden Entrop. Selesainya pentahbisan Gereja ini harus kita syukuri, sebab, proses pembangunannya membutuhkan pengorbanan, baik pikiran, waktu, maupun tenaga yang tidak sedikit,” ungkap Lukas Enembe, SIP., MH., dalam sambutannya.

Gubernur Enembe berharap, para jemaat di gereja tersebut dapat melaksanakan pembangunan atas iman yang lebih kuat dan peneguhan terhadap hati yang semakin tulus dalam melakukan pelayanan, serta menyebarkan berita injil ke seluruh penjuru bumi.

“Gereja ini pertama kali lahir di rumah kami. Dari rumah itu jemaat semakin besar hingga pada akhirnya gereja ini dibangun dan diresmikan. Saya berharap, gereja ini dapat dirawat baik. Pelihara dan penuhilah setiap kursinya, jalinlah selalu rasa persaudaraan antar sesama jemaat, agar GIDI Jemaat Eden mampu menjadi terang bagi Papua, Indonesia, dan dunia,” tambahnya.

Ketua TP PKK Provinsin Papua, Ny. Yulce Enembe, yang juga Istri Gubernur Lukas Enembe, bersaksi bahwa Jemaat Eden memang lahir dari rumah kediaman Lukas Enembe. Dengan bimbingan mantan Ketua Sinode GIDI Papua (sekarang Presiden GIDI) Pdt. Lipiyus Biniluk, seiring berjalannya waktu, semakin banyak warga jemaat yang beribadah.

“Bahkan kami bangun tenda di halaman rumah. Hingga akhirnya Pdt. Lipiyus menyampaikan bahwa kita harus mencari tempat yang lebih besar. Kita pindah di Hotel Sahid selama hampir4 tahun beribadah di sana, namun anggota jemaat semakin banyak hingga gereja ini dibangun dan diresmikan. Ini semua terjadi sesuai dengan kehendak Tuhan kita semua beribadah di sini,” jelas Ny. Yulce Enembe.

Ketua Panitia Pembangunan Gereja GIDI Jemaat Eden – Entrop, Yarius Balingga, menyebutkan bahwa gereja mulai dibangun sejak 2016 hingga selesai dan ditahbiskan pada 2021.

“Sumber dana, baik fisik maupun pelaksanaan peresmian pada hari ini semuanya berasal dari hamba-hamba Tuhan yang menyumbang. Semua dana yang kami peroleh adalah Rp 11 miliar sejak 2016 hingga 2021 peresmian gereja ini,” tambah Yarius Balingga. (gr/ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *