BI Siapkan Jayawijaya Jadi Kota Pengendalian Inflasi di Lapago

Naek Tigor Sinaga (Denny/ Cepos)

WAMENA-Kabupaten Jayawijaya bakal dijadikan sebagai kota pengendalian inflasi harga di wilayah Pegunungan Tengah Papua oleh Bank Indonesia. Sebab beberapa kota inflasi pengendalian harga seperti Jayapura, Mimika dan Merauke tidak mampu untuk mengendalikan harga di wilayah Lapago yang berbeda dengan wilayah pantai.

   Kepala Bank Indonesia Provinsi Papua Naek Tigor Sinaga menyatakan Jayawijaya akan menjadi kota Inflasi atau pusat pengendalian harga di wilayah Lapago sebab dengan adanya jalan trans Papua Wamena Jayapura bisa memajukan sektor perdagangan.

  “Ke depan kita ada namanya Program Pace Juara, yang merupakan program pengendalian cepat menuju Papua satu harga sehingga kita bisa melihat harga disparitas antara kota di wilayah pantai dengan di Pegunungan bisa disesuaikan,”ungkapnya Sabtu (20/11) kemarin.

  Saat ini, kata Naek Sinaga, disparitas harga antara kota di pantai dengan kota di Pegunungan sangat jauh berbeda. Kuncinya adalah dapat mengefisienkan distribusi secara logistik, ini yang menjadi konsentrasi bank Indonesia, yang sudah melakukan koordinasi dengan Plt Sekda Kabupaten Jayawijaya.

   “Program Pace juara Bank Indonesia ini akan diimplementasikan untuk daerah -daerah yang ada di Pengunungan tengah Papua dan dimulai dari Jayawijaya, Program ini sudah di launcing dan mungkin akan dimulai awal tahun depan,”katanya.

   Lanjut Sinaga, untuk mewujudkan Jayawijaya sebagai kota inflasi pengendalian harga di wilayah Lapago maka perlu ada pergudangan yang dibangun, dimana Bank Indonesia akan bekerjasama dengan Kementerian Koperasi dan perdagangan, sekaligus juga mendirikan koperasi agar pendistribusiannya melalui koperasi itu.

  “Harapannya nantinya kita akan melakukan pembahasan Opensif di awal tahun depan supaya bisa kita implementasikan, intinya lewat Program ini mengurangi disparitas harga antara wilayah pantai dengan Pegunungan, inilah cara kita untuk pengendalian Inlasi harga di Papua,”bebernya

  Ia menambahkan Jayawijaya dipilih jadi Kota Pengendalian Ifnlasi karena pihaknya sudah melihat Jayawijaya merupakan Sentra barometer dari Pengunungan tengah Papua, dengan adaya pemekaran memang Kota Wamena yang terdepan baik dari sisi kemajuan ekonomi dan Infrastruktur.(jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *