Pemain Asing Dinilai Belum Berikan Kontribusi Bagi Persipura

Dr. Daniel Womsiwor, S.Pd., M.Fis., AIFO (Yewen/Cepos)

JAYAPURA- Tim kebanggaan masyarakat Papua, Persipura Jayapura kini berada di papan bawah klasmen sementara. Meskipun posisi ini masih sementara, tetapi hal ini justru membuat semua pihak, terutama para pecinta Persipura mania melakukan berbagai kritikan terhadap manajemen Persipura terhadap buruknya permainan Persipura dibeberapa lagi yang telah berlangsung.

Menanggapi hal ini, Dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Cenderawasih, Dr. Daniel Womsiwor, S.Pd., M.Fis., AIFO mengungkapkan bahwa ada dua faktor yang mempengaruhi, pertama adalah faktor kondisi pemain asing yang dikontrak oleh manajemen Persipura.

“Mereka (pemain asing) ini secara fisik belum mampu memberikan kontribusi bagi tim Persipura. Walaupun mereka secara postur tubuh tinggi atau antropometri sangat layak untuk bermain di Persipura, tetapi belum mampu berkontribusi bagi Persipura,” katanya kepada cenderawasih pos, Kamis (18/11).

Menurut Womsiwor, ketika kompetisi Liga 1 Indonesia bergulir, malah pemain-pemain asing Persipura mengalami cedera. Artinya dengan cedera ini membuat pemain asing tidak bisa bertanding. Dengan demikian, secara fisik belum dipersiapkan dan dipercayakan untuk tampil dalam pertandingan Liga I Indonesia mereka sudah cedera.

“Ini yang bisa kita lihat diawal kompetisi mereka (pemain asing) ini sudah cedera, sehingga tidak bermain,” tuturnya.

Womsiwor melihat, faktor kesiapan fisik para peman-pemain asing yang di kontrak Persipura ini yang menjadi penyebab mengapa mereka belum membantu Persipura. Hal ini lantaran secara fisik dirinya melihat belum memiliki F2max yang baik, kekuatan, kecepatan dan kelincahan.

“Beberapa komponen kondisi fisik yang dibutuhkan oleh seorang pemain sepak bola, justru belum nampak kepada pemain-pemain asing yang dikontrak oleh Persipura. Kita banyak memainkan pemain-pemain pendek, sehingga lawan melihat ini sebagai peluang yang dimanfaatkan untuk bisa mengatasi Persipura dengan memainkan bola-bola atas,” bebernya.

Doktor Bidang Kesehatan Keolahragaan Pertama Orang Asli Papua ini menyampaikan, hal kedua adalah antropometri pemain-pemain Persipura seperti misalnya, Ferry Pahabol, Gunasar Mandowen dan Todd Ferre mereka memiliki kemampuan fisik dan skill yang baik, tapi persoalan utama adalah antropometri. Di mana tinggi dan berat badan tidak membantu mereka untuk bisa tampil di liga.

“Sangat bermasalah jika Persipura memainkan pemain-pemain yang postur tubuhnya pendek dan kesulitan kita ketika lawan bermain bola atas justru pemain-pemain kita tidak memberikan kontribusi. Hal ini lantaran rata-rata pertahanan 17 tim di Indonesia mereka tinggi,” ujar Womsiwor.

Oleh karena itu, Womsiwor yang sehari-hari bekerja sebagai Dosen FIK Uncen ini berharap, Manajemen Persipura Jayapura bisa merekrut pemain-pemain lokal di PON Papua yang memiliki antropometri cukup tinggi sehingga membantu Persipura dalam putaran kedua kompetisi Liga 1 Indonesia ini.

“Perlu mengontrak pemain-pemain lokal di Papua, terutama pemain PON kemarin yang memiliki antropometri atau tinggi, sehingga bisa memberikan kontribusi dan membantu Persipura dalam putaran kedua mendatang,” ucapnya.

Womsiwor berharap, para pemain asing yang bermain di Persipura perlu disiapkan fisiknya. Manajemen Persipura dalam hal ini Pelatih Jeckson F Tiago bisa melihat pemain PON bisa direkrut untuk membantu Persipura di putaran kedua nanti. (bet/gin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *