Para Difabel Berprestasi Seharusnya Direkomendasikan Jadi ASN

Roby Nyong (Noel/Cepos)

JAYAPURA – Para atlet Papua yang sudah berprestyasi pada ajang Peparnas XVI Papua yang telah menjadi juara umum seharusnya diberikan ruang untuk direkomendasikan menjadi Aparatur Negeri Sipil, pagawai BUMN, BUMD atau Swasta.

Hal ini dikatakan Aktifis Difabel Papua Roby Nyong,  ia berharap pemerintah dapat menghargai hal itu agar ada kesetaraan dengan memberikan penghargaan, dimana sesuai dengan apa yang dikatakan ketua MPC Indoensia yakni “jangan hitung apa kekurangan kami tetapi kekurangan  ini yang dibuktikan menjadi prestasi” hal itulah yang dimaksud dengan kesetaraan.

“Kami bersyukur kepada Pemerintah Provinsi khususnya Gubernur Lukas Enembe yang mengatakan akan memberikan kesetaraan dalam pemberian bonus bahkan lebih, semoga itu nyata terbukti,” katanya ketika ditemui di Abepura, Kamis (18/11).

Ia menjelaskan berbeda dengan atlet normal pada umumnya mereka atlet difabel kebanyakan tidak memiliki pekerjaan karena memiliki kekurangan fisik sehingga dengan bantuan bonus yang diberikan akan benar-benar dimanfaatkan bagi mereka untuk kebutuhan mereka dan memulai bisnis.

“Sebagian dari mereka tidak punya pekerjaan mereka hanya atlet murni sehingga mereka benar-benar berjuang dengan keterbatasan fisik untuk memberikan yang terbaik bagi Provinsi Papua, karena tanpa perlombaan ini mereka sebagaian tidak mungkin bikin apa-apa dan dengan bantuan yang diberikan oleh Bapak Lukas Enembe akan benar-benar memberikan manfaat bagi mereka, dan mereka bisa mandiri sesuai visi  Gubermur mandiri,” katanya.

Dia juga berharap dalam proses pemberian bantuan tersebut diharapkan NPC Papua dapat mengakomodir sesuai dengan apa yang dikatakan pemerintah melalui Gubernur bagi para atlet difabel.

“Dengan begini atlet dapat benar-benar merasakan pertolongan mereka dapat dihargai karena mereka telah berjuang sekuat tenaga dengan keterbatasan fisik memberikan yang terbaik dengan prestasi yang bagi Papua dan Papua bisa Juara umum dan Presiden Jokowi mengatakan bahwa Papua hebat dalam Peparnas ini membuktikanya,” katanya.

Dia juga menambahkan tidak hanya masalah bonus tetapi pemerintah harus memikirkan untuk memberikan perhatian khusus kepada mereka mendapatkan rekomendasi pekerjaan yang layak.

“Sesuai undang-undang kuota ASN itu 20 Persen bagi kaum difabel itu dapat diwujudkan dengan memberikan ruang kepada mereka untuk menjadi ASN dan juga bagi pihak swasta agar diberikan ruang, ininjuga bisa diperhatikan,”(oel/gin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *