22 Pilot dan Instruktur Penerbangan Diwisuda

Foto bersama usai wisudaan 22 Pilot dan Instruktur Penerbangan, Kamis (18/11) kemarin. (Pemprov for Cepos)

JAYAPURA  Sebanyak 22 pilot dan instruktur penerbangan lulusan Nusa Flight Intitute, Kamis pagi (18/11) mengikuti wisuda di aula kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Papua. Prosesi wisuda berlangsung dengan protokol kesehatan secara ketat.

Dari 22 pilot dan instruktur penerbangan yang diwisuda untuk pertama kali itu, 15 orang diantaranya adalah siswa-siswi Orang Asli Papua (OAP) peserta Program Beasiswa Unggul Pemerintah Provinsi Papua yang dibiayai dari dana Otonomi Khusus (Otsus).

Antara lain Prengki Wakerkwa, Reven Wenda, Pither Tisony Keiya, Misael Molama, Paskahlis, Oromi Gwijangge, Akwila H.M.T Kogoya,Naftali Wigidipa, Yonathan Alex, Ray Marcelino, Charlewis Oriway Ansek, Alpons Keiya, Christian AP Baibaba, Harol Kristian Doko Kayame, Michael Apollos.

Gubernur Papua, Lukas Enembe,SIP,MH mengatakan wisuda siswa-siswi Papua ini sebagai wujud pencapaian tujuan strategis kebijakan otonomi khusus, dalam menyiapkan  Sumber Daya Manusia (SMD) yang memadai baik kualitas maupun kuantitas.

Lanjutnya, ketersediaan SDM Papua yang berkualitas merupakan tuntutan utama dalam era sekarang ini, sebagai konsekwensi dari semakin meningkatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi searta komunikasi di era globalisasi.

“Era perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan informasi menuntut terbentuknya kesiapan kualitas manusia yang unggul, dengan ciri-ciri, cerdas, profesional, terampil, handal, mandiri, kreatif, produktif dan penuh inovasi serta memiliki apresiasi yang tinggi terhadap setiap perubahan,” katanya kepada Cenderawasih Pos, Kamis (18/11) kemarin.

Lanjutnya,  tanpa kualitas SDM yang unggul, masyarakat asli Papua akan menjadi beban pembangunan bahkan penonton semata, tanpa memberikan makna yang bernilai dalam era otonomi khusus Provinsi Papua,”ungkap Gubernur dalam sambutannya yang dibacakan Pelaksana Tugas (Plt) Asisten III Bidang Umum dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Derek Hegemur,SH,MH.

Gubernur juga menjelaskan, berkaitan dengan itu, dengan adanya Program Beasiswa Siswa Unggul Papu, diharapkan dapat menghasilkan SDM OAP yang berkualitas, dengan daya saing yang tinggi sehingga dapat berkontribusi dalam percepatan pembangunan kesejahteraan di Provinsi Papua.

“Kebijakan afirmasi pemberian beasiswa kepada putra-putri OAP dengan tujuan meningkatkan akses pendidikan bermutu dan berkualitas guna peningkatan mutu dan daya saing. Serta menyiapkan lulusan yang dapat  bekerja secara mandiri di dunia usaha,  dunia industri dan pemerintahan, guna percepatan pembangunan kesejahteraan dan kemajuan wilayah Provinsi Papua,” tambahnya. (ana/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *