Rupbasan Berbenah, Barang Titipan Jauh Terawat

Kepala Rupbasan Kelas I Jayapura, Friyanti Sannang SH., MH menunjukkan barang  rampasan atau titipan di kantornya, Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Kelas I Jayapura di perbatasan kota dan Kabupaten Jayapura, Rabu (17/11) (Gamel Cepos)

JAYAPURA – Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Kelas I Jayapura banyak berbenah. Pelayanan  terhadap pengunjung maupun penanganan terhadap barang sitaan kini dilakukan lebih professional. Jika menilik langsung di kantor yang berada di perbatasan Kota dan Kabupaten Jayapura ini ada banyak perubahan yang terasa. Yang jelas tidak seperti dulu lagi. Barang – barang  yang dititip atau disimpan juga tidak sekedar digeletakkan begitu saja melainkan dirawat.

Menurut Kepala Rupbasan Kelas I Jayapura, Friyanti Sannang SH., MH ini menjadi komitmen yang harus dijalankan dan ia bersyukur karena seluruh pegawainya siap menjalankan itu. “Sebenarnya sudah lama kami mulai menerapkan perubahan ini tapi hampir 2 tahun kami terkendala soal covid  sehingga tidak banyak yang bisa dilakukan,” ujar Friyanti  saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (17/11). Ia menyebut saat ini pengunjung yang datang bisa langsung dilayani dengan lebih dulu mengisi buku tamu. Lalu kalaupun masih menunggu maka ada tempat pondok pinang yang disiapkan. Menariknya pondok ini tidak hanya disiapkan air minum tetapi ada juga disediakan pinang.

“Ia ini bisa dibilang baru pertama di Papua, ada pondok pinang yang benar-benar diberikan pinang buat pengunjung  yang suka makan pinang tapi kami juga menyiapkan tempat sampahnya. Ada tempat sampah khusus ludah pinang,” bebernya. Sedangkan untuk waktu atau proses pengurusan baik menitipkan atau mau mengambil kata istri seorang dokter ini, pihaknya hanya membutuhkan waktu sekitar 15 hingga 20 menit. “Jadi prosesnya sangat mudah dan kami pikir semua barang yang disita oleh negara untuk kepentingan barang bukti atau lainnya sebaiknya dititipkan di Rupbasan ini sebab untuk menyimpan dan mengambil itu tidak rumit. Jika semua kelengkapan surat – surat sudah dilengkapi saya pikir prosesnya hanya 15 menit,” tambahnya.

Selain itu lanjut Friyanti seluruh barang yang dititipkan dipastikan dirawat. Untuk kendaraan selain kayu semua dimasukkan ke gudang yang bebas dari air dan panas. “Bahkan untuk motor dan mobil juga kadang kami lap (bersihkan) dan tidak akan kehujanan serta kepanasan jadi saya pikir ini perlu dimanfaatkan dan saya juga memastikan tak  ada biaya ketimbang disimpan sendiri bisa – bisa cepat rusak akibat kena hujan dan panas,” imbuhnya. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *