Masuk Secara Ilegal, Lima WNI Ditangkap Otoritas PNG

Speedboat yang ditumpangi  lima warga negara Indonesia asal Kabupaten Merauke yang ditangkap otoritas PNG karena melintas dan berdagang sembako di  negara tetangga tersebut tanpa izin masuk PNG (Albertus Muyak for Cepos)

MERAUKE-Lima warga negara Indonesia (WNI) asal Kabupaten Merauke ditangkap otoritas PNG. Mereka  ditangkap, karena masuk ke PNG  tanpa memiliki dokumen.  Staf Bupati Merauke Bidang Ekonomi, Keuangan dan Infrastruktur Alberth Muyak, SE, M.Si, membenarkan penangkapan kelima warga Indonesia asal Kabupaten Merauke tersebut.

    Kelima warga Indonesia asal Kabupaten Merauke yang ditangkap ini, kata Alberth,  masing-masing  Masroida Marbun asal Merauke, Asnawati asal  Kampung Kweel Merauke, Dika Henderina Sedubun asal Merauke, Jaja, Daniel Girsang asal  Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel.

   Mantan Kepala Badan Perbatasan Kabupaten Merauke itu megungkapkan bahwa kelima warga negara Indonesia asal Merauke itu ditangkap pada tanggal 8 November2021 di Kampung  Kampung Obo, Provinsi Western PNG, dekat dengan perbatasan RI.

   Kemudian mereka dibawa ke Kantor Kepolisian di Kiunga, ibu kota Distrik North Fly, Provinsi Western. Kelimanya ditangkap karena tidak memiliki visa dan melintas batas di saat perbatasan tutup dan pasa masa pandemi Covid19.

   Kelimanya, kata Alberth Muyak, masuk ke PNG tersebut  untuk menjual sembako kepada masyarakat PNG. Mereka masuk ke PNG atas ajakan dan dorongan dari sejumlah  warga negara PNG disertai  adanya jaminan bahwa tidak akan menemui masalah Imigrasi ketika masuk ke wilayah PNG.

   “Kelima orang ini semakin yakin dengan melihat di lapangan bahwa tidak sedikit pula warga negara PNG yang melintas masuk ke wilayah Indonesia untuk berkegiatan. Jadi kelimanya adalah  pedagang sembako skala kecil,” terangnya.

   Meski  kelimanya ditangkap, namun otoritas PNG tidak melakukan penahanan dan proses hukum. “Dari Otoritas PNG  menyampaikan, bahwa pihaknya  tidak akan melakukan penahanan dan tidak akan memroses hukum kelima WNI  tersebut dengan alasan pertimbangan kemanusiaan dan kesehatan,” katanya.

    Selain itu, lanjutnya karena  kelima warga Indonesia yang masuk ke PNG tersebut membantu warga di PNG dengan membawa sembako untuk dijual di sana.  Kelima warga negara Indonesia tersebut tambah   Albertus Muyak, sudah kembali ke Indonesia. “Kelima orang tersebut sudah balik ke Indonesia,” tambahnya. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *