Mari Jaga dan Rawat Toleransi Antar Umat Beragama!

Bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak bersama Kepala Kemenag Mamteng Hendrik Belwain, Kepala Kesbangpol Mamteng Sahabari dan Fransina Dimara, perwakilan Kemenag Provinsi Papua saat mengikuti pembukaan Konferensi FKUB ke-6 dan Pekan Kerukunan Internasional di Hotel Sutan Raja Kabupaten Minahasa Utara, Rabu (17/11) kemarin. (Humas Pemkab Mamteng)

*Bupati RHP Hadiri Konferensi FKUB se-Indonesia dan Pekan Kerukunan Internasional

MINAHASA UTARA-Konferensi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) se-Indonesia ke-6 dan Pekan Kerukunan Internasional resmi digelar di Hotel Sutan Raja Kabupaten Minahasa Utara Provinsi Sulawesi Utara,Rabu (17/11) kemarin.

Konferensi FKUB dan Pekan Internasional yang diikuti 1.000 lebih peserta itu membahas beberapa agenda terkait toleransi antar agama.

Bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak (RHP) bersama Kepala Kemenag Kabupaten Mamberamo Tengah Hendrik Belwain dan Kepala Kesbangpol Mamberamo Tengah Sahabri berkesempatan hadir dalam kegiatan yang berlangsung enam hari.

Bupati Ricky Ham Pagawak memberikan apresiasi digelarnya kegiatan FKUB se-Indonesia dan Pekan Kerukunan Internasional yang diikuti gubernur, bupati,wali kota, Kemenag dan Kesbangpol seluruh Indonesia di Manado dan Minahasa Utara.

“Saya bersyukur bisa hadir bersama Kepala Kemenang Mamberamo Tengah, Kemenag Provinsi Papua dan Kesbangpol Mamberamo Tengah di acara ini,”ujarnya.

Bupati RHP mengatakan,kerukunan dan toleransi antar umat beragama sangat penting bagi suatu daerah. Sebab kerukunan yang dibangun dan berjalan dengan dengan baik, menjadi salah satu faktor pembangunan bisa berjalan dengan baik pula,termasuk keamanan.Ini menjadi modal bagi pemerintah daerah.

Bupati RHP memberikan contoh. Di Provinsi Papua misalnya, yang mayoritas orang Kristen dapat membangun toleransi dengan baik bersama saudara-saudaranya yang beragama lain sehingga bisa mempertahankan kerukunan umat beragama yang ada.

Menurut RHP, kerukunan antar umat beragama ini sangat indah.”Ini tentunya tidak terlepas dari kerja sama antar Kementerian agama di tingkat provinsi dan kabupaten, pemerintah daerah dan juga tokoh-tokoh agama,”ucapnya.

“Kerukunan ini perlu dipertahankan,karena bangsa ini dan juga di Papua bisa aman,bersatu,kalo kerukunan umat beragama dirawat dengan baik,” sambungnya.

Menurut Bupati RHP, kerukunan dan tolerensi di Papua dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia. Sebab toleransi umat beragama di Papua sangat tinggi.

“Kami juga memberikan apresiasi kepada gereja-gereja dan teman-teman dari agama lain, dimana mempertahankan komunikasi yang baik sehingga sampai hari ini Papua tetap aman,”imbuhnya.

Untuk itu,bupati dua periode ini meminta toleransi yang sudah berjalan dengan baik ini hendaknya dirawat dan dijaga.

Bupati RHP berharap, konferensi ini dapat menghasilkan sesuatu yang luar biasa seperti slogan yang dipakai saudara-saudara di Sulawesi Utara yakni Kita Basudara Karena Kita Ciptaan Tuhan.

“Kita di Papua sambut itu,karena hampir 200 lebih suku di Papua,membuktikan diri bahwa kita,dapat mempertahankan komunikasi antar umat beragama sehingga sampai hari ini Papua aman. Itu penting dan dibawah kepemimpinan bapak Gubernur Lukas Enembe bersama para bupati dan wali kota, kita mendukung program gubernur dalam mempertahankan kerukunan umat beragama di tanah Papua,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Kemenag Mamberamo Tengah, Hendrik Belwain memberikan apresiasi kepada Bupati Ricky Ham Pagawak yang hadir langsung pada kegiatan Konferensi dan Pekan Kerukunan Internasional.

Pasalnya Bupati RHP mempunyai kepedulian di sektor keagamaan dengan memberikan bantuan bagi pembangunan rumah ibadah di kabupaten dan Provinsi Papua,tidak hanya bagi umat Kristen. Namun juga bagi umat muslim dan agama lainnya.

Menurutnya, kepedulian itu membuat Bupati RHP mendapat penghargaan sebagai bupati peduli pada kerukunan umat beragama di Papua dan juga secara nasional Kementerian Agama.

“Semoga kehadiran bapak bupati dapat bermanfaat bagi kepentingan pembangunan keagamaan di Mamberamo Tengah secara khusus dan di Papua pada umumnya,” tambahnya. (reis/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *