DPRP Apresiasi Sekolah-Sekolah Mulai Tatap Muka Terbatas

Salah satu SMA di Jayapura, saat menerapkan protokol kesehatan dengan memakaikan handsaniazer kepada para siswanya dan mengukur suku sebelum masuk ke dalam kelas, Rabu (17/11). (Yewen/Cepos)

JAYAPURA– Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua mulai memberlakukan tatap muka terbatas kepada sekolah-sekolah yang berada di daerah-daerah yang dinyatakan zona hijau dari penyebaran Covid-19 yang kini masih terjadi di Provinsi Papua.

Anggota Komisi V Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Kesejahteraan DPRP, Tarius Mul, S.Sos mengungkapkan bahwa penerapan aktifitas belajar mengajar yang dilakukan secara terbatas oleh sekolah-sekolah merupakan hal yang baik, sebab anak-anak atau siswa perlu sekolah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes).

“Penerapan tatap muka dengan pembatasan waktu merupakan hal yang baik dan bagus. Karena anak-anak perlu belajar secara langsung. Mereka sangat merindukan untuk mengikuti pembelajaran tatap muka,” ungkapnya kepada cenderawasih pos, Rabu (17/11).

Meskipun demikian, kata Tarius Covid-19 masih menjadi salah satu virus yang terus diperangi oleh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Papua. Oleh karena itu, setiap orang, termasuk para guru dan siswa untuk mematuhi dan menaati setiap prokes yang diterapkan selama proses pembelajaran tatap muka berlangsung di sekolah.

“Pandemi Covid-19 belum berakhir. Oleh karena itu, setiap sekolah yang melaksnakan tatap muka terbatas harus patuh terhadap prokes yang ditetapkan oleh pemerintah dan sekolah maupun Yayasan setempat,” ujarnya.

“Sekolah-sekolah yang menerapkan proses belajar mengajar harus taat dan patuh terhadap prokes, sehingga bersama-sama memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Papua. Tidak hanya itu, ikut juga mendukung program vaksinasi di Papua,” ujar Politisi Partai Demokrat Papua ini. (bet/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *