Antisipasi Gelombang Ketiga, Satgas: Jangan Pilih-pilih Vaksin

ILUSTRASI. Cakupan vaksin penting sebagai modal menghadapi lonjakan kasus. Ini harus diupayakan tercapai sebelum terjadinya lonjakan ketiga. (Alfian Rizal/JawaPos)

PERKEMBANGAN  program vaksinasi nasional saat ini telah mencapai 40 persen, dari populasi yang menerima dosis kedua secara nasional. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito menekankan, capaian ini telah melampaui target yang ditentukan oleh Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO).

“Pemerintah mengapresiasi peran serta masyarakat dalam program vaksinasi dan berkomitmen untuk terus memperluas cakupan vaksinasi dosis kedua sehingga semakin banyak masyarakat yang terlindungi dari penularan Covid-19,” kata Wiku dalam keterangannya, Rabu (17/11).

Ia mengingatkan, bagi masyarakat yang belum menerima vaksin dosis kedua, agar segera mengaksesnya. Sementara bagi mereka yang sudah menerima dosis kedua agar selalu mematuhi protokol kesehatan dalam segala aktivitas yang dilakukan.

Hal ini penting untuk dilakukan mengingat laju vaksinasi malah mengalami penurunan selama 7 minggu terakhir. Padahal, cakupan vaksin penting sebagai modal menghadapi lonjakan kasus dan harus diupayakan tercapai sebelum terjadinya lonjakan ketiga.

Terkait penurunan, utamanya terjadi pada vaksin merek Sinovac. Penurunan ini ternyata juga tidak dibarengi dengan peningkatan vaksinasi pada vaksin merek lainnya yaitu Pfizer, AstraZeneca, dan Moderna. Oleh sebab itu seluruh Pemerintah Daerah diminta segera meningkatkan cakupan vaksinasi di daerahnya.

“Kepada masyarakat diminta tidak memilih-milih merek vaksin yang digunakan. Karena semua jenis vaksin yang masuk dan beredar di Indonesia sudah dipastikan keamanan kualitas dan efektivitasnya. Dan hal ini dibuktikan berdasarkan uji yang dilaksanakan oleh Badan POM dan pemantauan instansi serta organisasi profesi terkait,” pungkas Wiku. (jpg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *