Gugatan Lokasi GOR Ditolak PN Wamena

Pembangunan GOR Wamena yang terhenti sejak adanya masalah tarik menarik hak ulayat tanah. (Denny/Cepos)

WAMENA-Gugatan 11 klan Marga  yang mengklaim lokasi pembangunan Gedung Olah Raga  Wamena di jalan SD Percobaan merupakan wilayah adat mereka,  akhirnya ditolak oleh Pengadilan Negeri Kelas II B Wamena. Sebab tidak ada kelengkapan surat -surat untuk membuktikan jika lokasi tersebut adalah milik mereka.

   Tim Humas Pengadilan Negeri Kelas II B Wamena Roy Eka Perkasa menyatakan untuk persidangan sengketa tanah antara 7 klen marga dan Pemda Jayawijaya masih tergolong kondusif sampai dengan putusan yang ditetapkan Selasa (16/11) pagi kemarin. Dimana eksepsi dari pihak tergugat dalam hal ini Pemda Jayawijaya diterima oleh majelis hakim.

  “Jadi putusannya, gugatan yang diajukan oleh 11 Klen Marga ini tidak bisa diterima atau ditolak,” ungkapnya Selasa (16/11) kemarin.

  Menurut Majelis Hakim, lanjut Roy,  masih kurang pihak yang harus digugat oleh penggugat, kemudian adanya legal standing yang masih sedikit bermasalah atau kurang, sehingga majelis hakim tidak bisa menerima gugatan itu.

  “Karena kekurangan -kekurangan itulah majelis hakim ketua menolak semua gugatan yang diajukan kepada tergugat dan menerima eksepsi dari tergugat,”katanya.

  Menurutnya, usai putusan ini masih ada waktu 14 hari kedepan untuk memutuskan apakah penggugat menerima putusan ini atau akan melakukan upaya hukum lanjutan seperti banding, namun yang jelas itu merupakan hak dari Penggugat mau tetap dilanjutkan atau menerima putusan. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *