Bupati Yuni Wonda Pastikan Distrik Yamo Aman 90 %

Bupati Puncak Jaya, Dr. Yuni Wonda, S.Sos., SIP., MM., melakukan foto bersama saat melakukan kunjungan kerja di Distrik Yamo, Kamis (11/11) lalu. (Humas Puncak Jaya)

*Hadirkan Pemerintah di Tengah Masyarakat, Bupati Rencana Bangun Pos Koramil dan Pospol

MULIA-Bupati Puncak Jaya, Dr. Yuni Wonda, S.Sos., SIP., MM., memastikan bahwa situasi kamtibmas di Distrik Yamo 90 persen dalam keadaan aman. Hal ini disampaikan Bupati Yuni Wonda saat melakukan kunjungan kerja di Distrik Yamo, Kamis (11/11) lalu.

Dengan situasi yang kondusif, Bupati Yuni Wonda berjanji akan membangun Pos Koramil dan Pos Polisi (Pospol) di Distrik Yamo. Hal itu dimaksudkan untuk mengawal pembangunan dan memastikan pelayanan pemerintahan berjalan aman dan kondusif di sana.

Selain itu kehadiran institusi lain menjadi cikal bakal masuknya institusi yang bersinergi membawa perubahan Distrik Yamo menjadi lebih baik.

“Saya minta agar ke depan pelayanan dan aktivitas antara pemerintah, TNI-Polri, seluruh pimpinan denominasi gereja dan tokoh masyarakat boleh bersinergi soal pembangunan ke depannya. Saya minta Kapolres dan Dandim segera susun persiapan untuk kita bangun Pos Koramil dan Pos Polisi di sini. Nanti Kadistrik tentukan lahan dalam waktu dekat, kontraktor masuk bangun” ucap Bupati Yuni diikuti tepuk tangan meriah masyarakat.

Dalam kunjungan kerjanya ke Distrik Yamo, Bupati Yuni Wonda meresmikan kantor distrik dan menyerahkan kunci sosial masyarakat.

Penyerahan rumah sosial ini menurutnya sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 21 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang. “Sesuai dengan Peratuan Pemerintah ada beberapa hal yang menjadi prioritas utama yakni keberpihakan dan pemberdayaan orang asli Papua (OAP). Salah satunya adalah hunian masyarakat yang nyata dan konkrit. Kami masih memantau dan dorong terus beberapa unit lain sebelum nanti diserahkan.” jelasnya.

Secara garis besar, Pemkab Puncak Jaya kini lebih memprioritaskan pembangunan yang strategis dan monumental yang dampak dan manfaatnya bersentuhan langsung dengan masyarakat Papua dipelosok distrik.

“Rumah yang kita bangun dengan tipe 36 ini dari dana Otsus, diutamakan untuk orang asli Papua  dan diberikan kepada yang berhak menerima. Karena masyarakat juga harus menikmati pembangunan yang dilakukan pemerintah,” tegasnya.

Ditambahkan, pembangunan di Puncak Jaya bukan hari ini saja, namun tahun-tahun ke depan pemerintah akan bangun lebih banyak lagi. Bupati berharap masyarakat dapat menikmati langsung hasil pembangunan dan outcamenya pada peningkatan kepercayaan masyarakat (trust) kepada pemerintah makin tinggi.

Dirinya juga berharap penyediaan hunian layak ini menjadi perintis pertumbuhan populasi masyarakat yang berdampak pada pertumbuhan sentra pelayanan di Distrik Yamo.

Dalam kesempatan itu, Bupati Yuni berpesan kepada masyarakat penerima manfaat untuk merawat baik rumah sosial yang telah dibangun.

“Untuk masyarakat yang menerima rumah sosial hari ini, supaya bisa jaga dan rawat dengan baik agar dapat ditempati dalam jangka panjang. Yang belum menerima harap sabar, pembangunan masih terus berjalan pasti dapat kalau berdoa” tutup Yuni.

Di tempat yang sama, Mama Yambira selaku penerima rumah sosial mengapresiasi Bupati Yuni Wonda yang senantiasa memperhatikan masyarakat yang tinggal dibalik gunung. “Saya sangat senang atas diberikannya rumah ini dan mengucapkan terima kasih kepada Bupati Yuni yang tetap melihat kami meski tinggal jauh di balik gunung,” ucapnya.

Sementara itu dalam laporannya Asisten Bidang Pemerintahan Hukum dan Kesra, Yahya Wonorenggo, SIP., menyampaikan pelaksanaan pembangunan kantor Distrik Yamo tahun 2020 bersumber dari DAU Setda yang dikerjakan pihak ketiga. “Selain pembangunan kantor distrik, ada tiga unit rumah sosial masyarakat. Dimana dua unit sudah selesai dan satu unit dalam penyelesaian. Pembangunnan bersumber dari dana Otsus pada Dinas PUPERA. Masih ada 9 paket lain yang masih dalam tahapan,” bebernya.

Yahya menyebutkan bahwa sasaran dan tujuan pembangunan kantor distrik adalah untuk menyediakan fasilitas dalam rangka memotong alur pelayanan birokrasi lebih dekat ke masyarakat tanpa harus ke ibukota kabupaten.

Sekedar diketahui selepas pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti, Bupati Yuni Wonda memberikan kesempatan membuka kantor distrik kepada anggota DPRD Yopi Enumbi. Selanjutnya bupati bersama DPRD dan Forkopimda langsung meninjau ruangan Kantor Distrik dan Aulanya.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan kunci rumah sosial oleh Sekda Tumiran, S.Sos, M.AP kepada ibu Yambira Morib sebagai perwakilan untuk bisa ditempati.

Perasaan Haru dan Senang tampak tumpah dalam suasana itu disaksikan masyarakat yang hadir.

Selepas penyerahan Kunci H. Tumiran mengakui ada beberapa titik proyek monumental yang masih akan diresmikan nanti. Tahun 2020 saja terdapat 17 unit rumah masyarakat yang belum diresmikan. Adapun rumah sosial yang dalam progres di antaranya rumah masyarakat Distrik Dokome, Gubume, Waegi dan Wonwi dengan total 18 unit. “Kita doakan bersama agar semua berjalan tanpa ada kendala. Saya harap kepala OPD maupun pelaksana di lapangan bisa memaksimalkan waktu yang ada agar target bisa, tercapai. Alhamdulilah, kemarin kami sudah koordinasi dengan kepala BPKAD, agar segala proses di keuangan/administrasi didorong dan tidak terbawa ke tahun berikutnya,” jelas Sekda.

Selain itu, ada pula Kantor yang akan diresmikan adalah kantor Distrik Fawi dan kantor Distrik Nume. Kendati demikian, Sekda mengaku bahwa karena padatnya agenda, maka rencana peresmian akan ditunda sampai awal tahun 2022 nanti. (Humas/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *