Buka Kompetisi Futsal Dan Volly Pemuda Gereja Jadi Tolak Ukur Pengembangan Olahraga Pemuda

Bupati Puncak Jaya Dr. Yuni Wonda, S. Sos, S.IP, MM, saat memberikan sambutan

MULIA – Melalui Pemuda Pemudi Gereja Oikumene Kota Mulia bekerjasama dengan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Puncak Jaya berinisiatif menggelar Acara pembukaan Pertandingan Bola Volly dan Futsal khusus pemuda dari 6 Denominasi Gereja. Pembukaan dihadiri langsung oleh Bupati Puncak Jaya Dr. Yuni Wonda, S. Sos, S.IP, MM, Kegiatan Berlangsung di Sport Center, Sabtu (13/11).

Hadir dalam momen tersebut para Kepala OPD dan Pejabat Eselon II serta pimpinan Ormas diantaranya FPPJ dan Pemuda Pancasila.

Kegiatan perlombaan tersebut melibatkan pemuda/i gereja dari berbagai Denominasi Gereja (Oikumene). Diharapkan kegiatan perlombaan dapat menjalin keakraban sekaligus memupuk rasa kebersamaan dan Persaudaraan jelang Natal dan sambut Tahun Baru 2022.

Pada pembukaan kegiatan, Bupati Puncak Jaya Dr. Yuni menyampaikan “Terimakasih kepada panitia yang telah dibentuk kurang lebih 2 minggu sehingga kami boleh diundang untuk menghadiri pembukaan lomba ini. Dalam pemerintahan yang telah berjalan 90% saya taruh jabatan untuk semua Kepala Dinas, Kepala Badan yang merupakan anak-anak asli Papua, maksudnya mereka menjadi tuan diatas tanah ini tapi dibalik itu juga mereka harus melayani generasi berikutnya” jelas Dr. Yuni.

Dalam kesempatan itu juga Bupati menyampaikan kepada seluruh tamu undangan yang hadir, bahwa olah raga merupakan hal yang sangat penting karena sekalipun menduduki jabatan tinggi jika seorang pejabat tidak memiliki badan yang sehat maka itu semua akan sia-sia. “Jangan menganggap bahwa olahraga itu tidak penting, kita harus membangkitkan jiwa pemuda bahwa olahraga itu sangat penting. Karena Sejatinya pemuda itu dekat dengan olahraga bukan tawuran, ikut politik praktis bahkan miras” terangnya.

Melalui sambutannya Bupati mengungkapkan para pemuda patut mencontoh anak asli Puncak Jaya yang beberapa waktu lalu mengikuti PON XX Papua yakni Maikel Wonorengga. Menurutnya ada banyak potensi yang bisa digali dan dikembangkan dari putra-putri asli papua Puncak Jaya.

Bupati juga menceritakan bahwa dirinya juga menjadi pelaku sekaligus tokoh dibalik berdirinya Lapangan Sport Center tersebut.

Menutup sambutannya Bupati berpesan kepada panitia pelaksana lomba untuk melaksakan tugasnya dengan jujur, “Pertandingan ini merupakan antara gereja, melibatkan beberapa denominasi gereja. Untuk itu didalam pertandingan menang atau kalah itu adalah hal yang biasa” pungkasnya.

Sejaan dengan hal itu, Bupati Dr. Yuni mewarning tidak mau menerima laporan bahwa pertandingan ini gagal akibat ketegangan dan perkelahian antar pemain maupun pelatih. “Ketua panitia jaga baik sevelum bertanding harus tanda tangan diatas materai dan bertanggung jawab jika terjadi perselisihan tidak bawa-bawa masalah sampai ke keluarga dan adat. Ini tolak ukur kenapa pertandingan bola selalu kami larang karena seringkali terjadi dan masalah lapangan sampai bawa ke urusan adat” tegas Yuni.

Ketua KNPI Temin Enumbi dalam penuturannya menyampaikan “Kurang lebih selama 2 periode sebelum kami, terjadi kevakuman akhirnya pembinaan olahraga dan kepemudaan ini tidak pernah digunakan, namun dengan ijin Tuhan dan bantuan dari Pemda Puncak Jaya kami akan kembali membuka kevakuman ini. Untuk itu demi menunjang kegiatan ini, sebagai payung pemuda KNPI akan membagikan berkat walaupun tidak bisa kami sebutkan disini namun kami berharap itu dapat membantu kelancaran kegiatan ini” tutur Temin.

Acara dibuka dengan Servis Bola Volly oleh Ketua Klasis GIDI Mulia, Pdt. Telius Wonda dan Sepakan Bola Futsal oleh Bupati Yuni Wonda diiringi tepukan peserta lomba.

Pertandingan pembuka Futsal ditonton oleh hampir ratusan masyarakat memenuhi Lapangan Futsal Sport Center Pagaleme meski kabut dingin Mulia mulai turun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *