Bangga Jadi Bagian dari Pemuda Anshor

Sekjend Pemuda Anshor Papua-Papua Barat, Amir Madubun memasangkan atribut baju Pemuda Anshor  ke Yunus Wonda setelah dinobatkan menjadi bagian dari Pemuda Anshor di Papua, pekan kemarin di Jayapura. (Yunus For Cepos)

JAYAPURA – Wakil Ketua DPR Papua, Dr Yunus Wonda mengaku bangga setelah dirinya bisa dinobatkan sebagai warga kehormatan Pemuda Anshor Provinsi Papua. Ia sendiri tidak menyangka jika kedatangannya memenuhi undangan kegiatan ini akhirnya diberi penghargaan tersebut.

“Saya lupa sebutannya tapi seperti warga kehormatan dan menjadi bagian dari Pemuda Ansor di Papua,” kata Yunus Wonda sata ditemui di Waena, Selasa (15/11). Pria yang lama tinggal di Sentani ini memang kerap diundang dalam kegiatan – kegiatan kepemudaan dan beberapa kali juga diminta  untuk memberi materi terkait kepemudaan.  Hanya Yunus mengaku tak mau terlalu banyak tampil ke media karena memiliki jadwal yang cukup padat.

“Jadi minggu kemarin saya diundang oleh Sekjend Pemuda Anshor untuk mengikuti satu kegiatan yang bekaitan dengan UMKM yang digelar dan disitu tiba – tiba saya  dinobatkan sebagai bagian dari  mereka dan saya pikir ini istimewa sekali sebab yang saya tahu organisasi ini bagian dari perjuangan sosok ulama Gusdur yang memiki karisma dan diterima banyak orang Papua. Saya bangga bisa menjadi bagian dari itu,” kata Yunus Wonda.

Dan menindaklanjuti penghormaat dari pemuda Anshor ini kata Yunus iapun mengajak pemuda Anshor untuk ikut terlibat dalam kegiatan pondok natal dimana tim juri akan dihandle oleh pemuda Anshor. “Saya  sampaikan bahwa teman – teman Anshor kan menjadi panitia penilaian pondok natal Desember nanti dan saya pikir ini tak masalah sebagai bentuk keragaman  dan toleransi umat beragama apalagi sosok Dusdur kita kenal sebagai sosok yang sangat menjunjung tinggi nilai – nilai pluralisme,” bebernya.

Jadi untuk agenda pondok natal Desember nanti Yunus menyebut bahwa Pmuda Anshor yang akan menjadi panitia dengan menggandeng pemuda dari gereja, pemuda Hindu, Budha maupun Katholik. Jadi dijelaskan bahwa pada 1 Desember nanti seluruh pondok natal hias sudah harus berdiri untuk selanjutnya dilakukan penilaian. Lomba pondok natal hias ini tidak hanya dilakukan di Kota Jayapura tetapi juga di Kabupaten Keerom, Kabupaten Jayapura, Merauke, Timika, Wamena dan Nabire. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *