SMPN Buti, Sekolah Pertama Gunakan  TIK Jelajah Ilmu 

President Director, Acer Indonesia, Herbet Ang dan Kepsek SMPN Buti, Pascalis Tethool, S.Si saat menunjukkan nota kesepahaman dan kerja sama kedua belah pihak yang telah ditandatangani, Senin (15/11). (Sulo/Cepos)

MERAUKE-SMPN Buti,  merupakan sekolah pertama di bagian Indonesia Timur menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Jelajah Ilmu yang menggunakan solusi dan ekosistem pendukung dari Acer for Education.  Ini setelah SMPN Buti, Merauke melakukan penandatanganan nota kesepahaman kerja sama dengan Acer,  salah satu perusahaan  ICT terkemuka di dunia dan pemain utama di industri PC Indonesia.

   Penandatangan nota kesepahaman dan kerja sama ini dilakukan oleh President Director, Acer Indonesia, Herbet Ang dengan Kepala Sekolah SMPN Buti Pascal Tethool, S.Si dan Wakil Bupati  Merauke  H. Riduwan, S.Sos, M.Pd serta disaksikan oleh Ketua DPR Merauke Ir. Drs Benjamin Latumahina dan Tokoh Selatan Papua Drs Johanes Gluba Gebze, di  halaman SMPN Buti Merauke,   Senin (15/11).

   Jelajah Ilmu merupakan bagian dari solusi Acer for Education yang bertujuan menjembatani hubungan antara teknologi dan manusia sehingga transformasi digital pendidikan dapat dilakukan dengan lebih baik. Sebagai brand dengan pengalaman panjang di dunia teknologi,

  “Acer berkomitmen penuh untuk mendukung transformasi digital di dunia pendidikan Indonesia dengan berbagai inovasi teknologi kami yang terintegrasi, komprehensif serta berstandar global. Kami bangga bisa menjalin kerjasama dengan SMP Negeri Buti di Merauke, kota paling ujung timur Indonesia. Dengan digunakannya Jelajah Ilmu di Merauke, Acer mengajak semua pihak untuk mendukung transformasi pendidikan melalui teknologi,” kata  Herbet Ang yang mengaku SMPN Buti merupakan pilot project penetapan tehnologi jelajah ilmu di Indonesia timur.

   Wakil bupati Merauke H. Riduwan menyampaikan apresiasi kepada Acer Indonesia  atas kerja sama ini karena menurutnya penerapan tehnologi ini merupakan sebuah lompatan di dunia pendidikan yang wajib di dukung khususnya di Kabupaten Merauke. ‘’Kita berharap seluruh sekolah di Merauke mulai dari  SD, SMP dan SMA-SMK dapat menerapkan dan memakai jasa yang luar biasa ini di Kabupaten Merauke,’’ harapnya.   

   Dikatakan, tidak hanya siswa yang  harus menguasai aplikasi jelajah ilmu ini namun guru juga harus menguasainya. Sebab, siapa yang tidak menguasai tehnologi maka dia akan ketinggalan.     

   Sementara itu, Kepsek SMPN Buti  Pascal Tethool, S.Si mengungkapkan bahwa meski SMPN Buti berada di pinggiran, namun tidak mau ketinggalan tehnologi. Karena siapa yang tidak mau mengikuti perkembangan tehnologi maka dia akan ketinggalan. “Hari ini merupakan  hari suka cita bagi kami. Karena di tengah-tengah keterbatasan, kami tetap berupaya untuk tidak boleh kalah dari saudara-saudara kita yang ada di nusantara ini,” terangnya.   

   Jelajah Ilmu menawarkan solusi pembelajaran digital yang komprehensif dalam kegiatan belajar mengajar untuk guru, murid, orang tua, dan kepala sekolah. Jelajah Ilmu mendukung murid untuk belajar secara mandiri.

  Di dalam Jelajah Ilmu sudah tersedia Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, materi presentasi pengajaran harian, bank soal, buku digital dalam bentuk buku petunjuk guru dan buku siswa dari penerbit terkemuka sehingga guru bisa menghemat waktu untuk pekerjaan administrasi dan semakin fokus dalam mengembangkan materi dan metode belajar yang kreatif dan berkualitas.

  Guru dibantu untuk lebih berperan sebagai fasilitator, sehingga dapat menghasilkan interaksi yang lebih baik. Kegiatan belajar mengajar dapat dilakukan di mana saja, kapan saja, baik secara online, tatap muka, maupun hybrid. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *