Petani Milenial Papua Harus Miliki Semangat Juang yang Tinggi

Bupati Mathius Awoituw, SE, M.Si saat menyalami sejumlah petani milenial yang ikut dalam pelatihan  petani milenial di Papua bertempat di Yahim Sentani, Senin, (15/11), kemarin. (Robert Mboik Cepos)

SENTANI– Guna mendukung ketersediaan pangan di Papua dan Papua Barat,  Kementerian Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian melakukan pelatihan petani milenial di Papua dan Papua Barat yang dilaksanakan secara virtual bersama Menteri Pertanian Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo dan juga dihadiri Bupati Jayapura,  Mathius Awoitauw, SE, M.Si di Balai Pertanian Provinsi Papua di Yahim Sentani, Senin, (15/11), kemarin.

Dalam arahannya,  Menteri Pertanian Republik Indonesia,  Syahrul Yasin Limpo mengajak kepada seluruh pemuda petani milenial Papua agar mempunyai semangat juang yang tinggi untuk memajukan Papua dengan memanfaatkan sektor ekonomi yang tentunya didukung oleh potensi yang ada di Papua.

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE M.Si mengatakan,  saat ini memang perlu adanya perubahan paradigma tentang membangun Papua bahwa Papua saat ini sebagian besar wilayahnya terdiri dari hamparan tanah yang luas dan subur sehingga sangat cocok untuk pertanian.  Bahkan hal itu juga mendapat suport yang sangat positif dari menteri dengan melihat potensi alam yang ada di Papua.

” Memang kita harus respon cepat karena mayoritas kita petani.  Tapi mereka tidak berdaya karena kesulitan yang mereka alami bertahun-tahun. Terutama keterampilan, pengetahuan tetapi juga koordinasi,” ujar Bupati Mathius.

Karena itu, dengan adanya pelatihan ini, para petani milenial ini dapat memperoleh pesan baru  bahwa untuk bisa mandiri, tidak harus menjadi anggota DPRD,  PNS, tapi dia harus berusaha sendiri dan mampu menjadikan dirinya berguna bagi banyak orang, tentunya dengan memanfaatkan potensi yang ada di Papua ini.

“Ini paradigma baru, dia tidak boleh santai, dia harus kerja keras,” katanya.

Sementara itu,  Kepala Bidang Penyelenggaraan Pelatihan  di Balai Besar Pelatihan  Pertanian Batangkaluku, Sulawesi Selatan, Andi Amal Hayat Makmur menjelaskan, tujuan utama dari kegiatan itu adalah mendekatkan peningkatan sumber daya manusia pertanian, khususnya kepada petani muda milenial, karena dengan harapan besar dari Menteri Pertanian Republik Indonesia.

“Sebagai regenerasi pertanian maka harus dibentuk langsung oleh UPT Kementerian Pertanian.  Salah satu yang kita lakukan untuk membentuk petani milenial adalah melakukan pelatihan pertanian seperti ini,”jelasnya. (roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *