Masalah Stunting Harus Ditangani Bersama

Suasana pengukuhan dan publikasi data stunting di Kabupaten Jayapura di Hotel Horex Sentani Senin, (15/11) kemarin. (Robert Mboik Cepos)

SENTANI– Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Khairul Lie mengatakan, di Kabupaten Jayapura, sedikitnya ada 10 kampung yang menjadi lokus stunting terbanyak atau tertinggi. Stunting adalah gagal tumbuh akibat akumulasi ketidakcukupan zat gizi yang berlangsung lama dari kehamilan sampai usia 24 bulan.

” Sudah kita sampaikan kepada semua pemangku kepentingan, kalau bisa kita semua  bersama-sama menanganinya, karena ini kan multisektor,” kata Khairul Lie kepada media ini di Sentani, Senin (15/11) kemarin.

Dia mengatakan, stunting itu merupakan masalah gizi yang kalau secara spesifik penanganannya hanya 30% oleh tenaga kesehatan dan 70 % oleh sektor lainnya.  Karena itu, diharapkan keterlibatan sektor lainnya sangat diharapkan agar anak-anak yang mengalami masalah gizi ini bisa diatasi secara bersama-sama.

” Keterlibatan semua sektor ini misalnya,  ada anak stunting dengan sanitasi yang buruk, yng mna anak itu sering diare, berarti perlu Dinas PU.  Karena ini menyangkut infrastruktur, bagaimana air bersih,  bagaimana jamban keluarganya,” ujarnya.

Karena itu, pihaknya berharap satu kampung misalnya kasus stuntingnya tinggi maka lintas sektor ini secara bersama-sama mengatasi persoalan yang ada di kampung itu sesuai dengan Tupoksi masing-masing.  Misalnya dari dinas kesehatan ada pemberian makanan tambahan, pemberian obat cacing dan lainnya.(roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *