CPNS Wajib Ikut Latsar

Wabup Tolikara, Dinus Wanimbo, SH., MH., didampingi Sekda Ir. Palangsong Latuconsina, kepala BKD Johanis Towolom, S.Km dan Widiyaswara BPSDM Papua saat pembukaan Latsar CPNS Formasi 2018 dan 2013 gologan II dan III di aula GIDI Karubaga, Senin (15/11). (Diskominfo Tolikara)

*Bupati Tolikara Buka Latsar CPNS Formasi 2018 dan 2013 Golongan II dan III

Karubaga-Pemerintah Kabupaten Tolikara bekerja sama Pemerintah Provinsi Papua melaui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) menggelar Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Formasi 2018 dan 2013. Pelatihan Dasar (latsar) itu dibuka Bupati Tolikara, Usman G. Wanimbo, SE., M.Si diwakili Wakil Bupati Dinus Wanimbo, SH., MH., di aula GIDI Karubaga, Senin (15/11).

Bupati Tolikara, Usman Wanimbo dalam sambutannya yang disampaikan Wabup Dinus Wanimbo mengapresiasi tinggi kepada BPSDM Provinsi Papua selaku lembaga pembina pelatihan yang terakreditasi yang menjalin komunikasi dan koordinasi yang baik dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Tolikara mengambil langkah-langkah dimana kegiatan pelatihan dasar CPNS ini tetap berjalan dengan baik. Dengan tetap mematuhi protokol kesehatan ditengah pandemi Covid-19.

Dikatakan, kegiatan ini merupakan ketentuan yang harus diikuti oleh seorang CPNS. Proses ini dilakukan secara terintegrasi. Dimana proses pelatihan dilakukan untuk membangun integritas, moral, kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme serta kebangsaan. Selain itu, karakter kepribadian yang unggul dan bertanggung jawab juga memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang tugas bagi calon PNS. “Ini untuk memperoleh sosok pegawai negeri sipil yang berkompetensi dan profesional dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari,” tuturnya.

Selama 51 hari peserta akan mengikuti pelatihan sesuai dengan kurikulum yang berkaitan dengan membentuk sikap perilaku bela negara, menjelaskan nilai-nilai dasar PNS, kedudukan dan peran PNS dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia serta mengaktualisasikannya dalam rancangan dan laporan akhir.

”Pelatihan ini wajib diikuti oleh seluruh CPNS dan hanya dapat diikuti satu kali oleh CPNS selama masa percobaan untuk diangkat menjadi PNS. CPNS yang mengundurkan diri pada saat menjalani masa percobaan, dikenakan sanksi tidak boleh mengikuti seleksi pengadaan PNS untuk jangka waktu tertentu,” jelasnya.

Selain salah satu syarat pengangkatan sebagai PNS, yang lebih penting dari kegiatan ini yaitu adanya peningkatan pengetahuan, keahlian, keterampilan serta sikap untuk dapat melaksanakan tugas secara profesional. Dengan dilandasi kepribadian dan etika pegawai negeri sipil sesuai kebutuhan masing-masing SKPD.

“Disamping itu, terciptanya aparatur yang mampu berperan sebagai pembaharu dan perekat persatuan dan kesatuan bangsa. Serta lebih memantapkan sikap dan pengabdian yang berorientasi pada pelayanan, pengayom dan pemberdayaan masyarakat. Dapat menciptakan kesamaan visi dan dinamika pola pikir dalam melaksanakan tugas pemerintahan umum dan pembangunan demi terwujudnya kepemerintahan yang baik (good governance),” tambahnya.

Dalam kesempatan Bupati Usman Wanimbo meminta semua pimpinan OPD agar senantiasa membangun hubungan yang baik antara pimpinan dan staf dibawahnya, sehingga tercipta suasana kerja yang harmonis dan transparan.

Bupati Usman Wanimbo juga berharap para pengajar/widyaiswara/narasumber untuk dapat memberikan ilmu dengan semaksimal mungkin bagi para peserta, untuk menjadi bekal dalam menjalankan tugas dan fungsinya dengan benar dan bertanggung jawab sebagai pelayan masyarakat. “Bagi seluruh peserta, diharapkan mengikuti seluruh proses pembelajaran dengan tekun, disiplin, taat dan bertanggung jawab. Sehingga nantinya dapat menjadi seorang ASN yang profesional dan bermoral yang baik untuk membangun Kabupaten Tolikara yang kita cintai ini,” tambahnya.

Sementara itu Kepala (BKD) Tolikara, Johanes Towolom, ang juga ketua panitia Latsar mengatakan pelatihan ini dilakukan untuk membentuk CPNS yang memiliki pengetahuan dan wawasan sebagai pelayan masyarakat yang baik. Adapun sasarannya adalah terwujudnya CPNS yang dapat memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.

“Peserta sebanyak 445 orang, yang terdiri dari golongan II sebanyak 144 orang golongan III sebanyak 301 orang. Panitia adalah pejabat dan staf di lingkungan Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Tolikara bekerja sama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Papua, yang ditetapkan dengan SK Bupati Tolikara,” ucapnya.

Pelatihan ini menurutnya akan berlangsung dari tanggal 15 November hingga Desember 2021. Adapun pembiayaan yang digunakan dalam penyelenggaraan kegiatan ini bersumber dari DPA Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Tolikara tahun anggaran 2021.

“Untuk menilai tingkat keberhasilan, manfaat materi serta keberhasilan penyelenggaraan Diklat pada akhir masa pembelajaran akan dilakukan evaluasi penilaian terhadap peserta, widyaiswara dan kinerja penyelenggara. Bagi peserta yang dinyatakan lulus akan diberikan Surat Tanda Tamat Pelatihan (STTP) sedangkan bagi peserta yang tidak lulus diberikan surat keterangan telah mengikuti pelatihan,” tutupnya. (Diskominfo Tolikara/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *