Bupati: Belum Ada Usulan Bentuk BNNK

Bupati Jhon Richard Banua, SE, MSi (Denny/Cepos)

WAMENA-Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE, MSi mengaku belum melakukan koordinasi dengan Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Papua untuk membuka BNNK Jayawijaya, dalam penanggulangan peredaran Narkotika di Wilayah Jayawijaya. Karena itu, pihaknya juga belum tahu apa yang menjadi syarat agar lembaga tersebut bisa hadir di Wilayah Wamena.

   Menurutnya, pembentukan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Jayawijaya itu tergantung dari BNNP Provinsi Papua, mau membuka cabangnya di Wamena atau tidak. Sebab untuk pemerintah daerah sendiri belum mengetahui kerjasamanya seperti apa.

   “Kalau lembaga itu dibuka di Wamena tergantung dari Provinsi saja, kita belum melakukan koordinasi  juga dengan BNNP Papua, sehingga belum bisa melihat kerjasamanya seperti apa,”ungkap Bupati Jhon saat ditemui di Kantor DPRD Jayawijaya Senin (15/11) kemarin.

   Program ini, Kata Jhon Banua, sebenarnya dari Provinsi untuk membuka di daerah, sehingga perlu diketahui apa yang perlu disiapkan oleh pemerintah daerah seperti apa. Karena selama ini pemda tidak pernah mendapat usulan itu.

   “Kita perlu koordinasi dulu apa yang Pemda siapkan, karena biasanya kalau satu lembaga dari Provinsi mau membuka cabang di daerah itu biasanya meminta pemerintah daerah menyiapkan kantor atau lahan begitu, ini yang belum kita tahu,”katanya.

   Bupati Juga memastikan jika perlu mengetahui kerjasama yang akan dilakukan dalam melakukan penindakan, penanggulangan dan rehabilitasi untuk pengguna narkoba di Jayawijayaini seperti apa, namun memang perlu BNNK ini ada, agar penyalah guna narkotika ini bisa ditangani disana.

  “Kami harus mengantisipasi jangan sampai narkotika ini masuk ke Jayawijaya dan merambah ke  masyarakat, contohnya seperti tanaman ganja yang sudah beberapa kali ditemukan karena ada warga yang sengaja membudidayakan tanaman tersebut,”jelasnya.

   Secara Terpisah Kapolres jayawijaya AKBP. Muh Safei. A.B, SE menyatakan yang namanya narkotika itu diibaratkan seperti piramida. Artinya, hanya puncaknya yang kelihatan kecil,  tetapi jaringannya di bawah sangat luas.

  “Beberapa kali kita tangkap Ganja maupun sabu yang dikirimkan dari luar, meskipun ini kecil yang baru ditemukan tetapi pasti ada jaringan besar yang bermain di bawahnya, hal seperti ini yang terus kita antisipasi agar tidak bertambah banyak,”tutupnya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *