Targetkan Ada Perwakilan Penonton di Pekan Ke-14 atau Ke-15

Foto wajah Aremania yang terpampang di deretan bangku tribun Stadion Manahan, Solo saat melawan Persebaya Surabaya (Jawa Pos)

JawaPos.com-PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi menargetkan Liga 1 musim 2021–2022 sudah bisa disaksikan penonton pada pekan ke-14 atau ke-15. Stadion Manahan, Solo, menjadi opsi utama untuk venue di Jawa Tengah-Jogjakarta.

’’Kami coba invitasi perwakilan penonton,’’ kata Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita ketika diwawancarai di Hotel Sultan, Jakarta.

Luluk –sapaan akrab Akhmad Hadian Lukita– menuturkan, pihaknya ingin ada perwakilan penonton, mulai suporter, pemerintah daerah terkait, pengurus PSSI di daerah, satgas dan sponsor, hingga partner atau calon partner.

’’Karena yang diundang ini nanti tidak cuma menonton, tetapi juga kami beri sosialisasi mengenai cara kami kasih tiket virtual. Skenario itu akan kami publikasi sebagai contoh, tapi dengan catatan prokes, sekaligus sebagai kampanye,’’ bebernya.

Namun, Luluk menegaskan, sampai saat ini, belum ada kepastian akan adanya suporter di stadion. ’’Sebenarnya, kan memang belum boleh ada penonton ya. Dalam artian yang beli tiket. Suporter yang kami undang itu akan diseleksi betul. Artinya, perwakilan saja,’’ ujarnya.

Selain itu, LIB sangat mewaspadai libur Natal dan tahun baru yang secara tren selalu terjadi peningkatan kasus Covid-19. Karena itu, pihaknya harus mem-propose lagi ke pemerintah untuk memastikan dengan penonton. ’’Kejadian sebelumnya (Covid meningkat, Red) karena banyak momen liburan panjang,’’ katanya.

Luluk melanjutkan, terkait dengan percobaan adanya penonton, sistemnya nanti dipresentasikan ke pemerintah.

’’Kan ada tim khusus yang kami bentuk dan itu orang LIB juga. Mungkin dalam minggu ini atau minggu depan akan presentasi. Katanya sudah tahap akhir. Harapan akhir, November atau awal Desember,’’ sebutnya.

Disinggung terkait dengan klub luar Pulau Jawa yang bakal mengalami kesulitan jika ada penonton, Luluk menjelaskan, nanti yang diundang adalah perwakilan. Misalnya, pendukung Persiraja Banda Aceh. ’’Jadi, bisa kami undang perwakilannya (yang domisili di Solo, Red). Boleh untuk pakai atribut,’’ jelasnya.(JawaPos)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *