Pemkab Dorong Seluruh Karyawan Perusahaan Ber-KTP Boven Digoel

Hengky Yaluwo, SSos (Sulo/Cepos)

BOVEN DIGOEL-Pemerintah Kabupaten Boven Digoel akan mendorong seluruh warga  yang ada di Kabupaten Boven Digoel untuk segera memiliki KTP Boven Digoel. Hal ini dilakukan dalam rangka meningkatkan pendapatan daerah Kabupaten Boven Digoel. Selain itu,  juga dalam rangka menghadapi pemilu serentak tahun 2024 mendatang.

   Bupati Boven Digoel Hengky Yaluwo, S.Sos, menjelaskan bahwa pihaknya butuh kerja sama dengan DPR dan KPU dalam rangka pendataan seluruh  penduduk Kabupaten  Boven Digoel tersebut. “Melalui kepemimpinan saya akan menambah Dapil dari  2 saat ini menjadi 3. Tapi tentunya, kita butuh kerja sama antara DPR dan pemerintah daerah, KPU bersama Capil untuk memperkuat data  di Boven Digoel,” tandas bupati Hengky Yaluwo kepada Cenderawasih Pos saat di Merauke baru-baru ini.

  Dari 3 kabupaten pemekaran Merauke, hanya Kabupaten Boven Digoel  yang sampai sekarang ini penduduknya masih di bawah 100.000 jiwa, sehingga sangat berpengaruh terhadap jumlah kursi  di DPR Kabupaten Boven Digoel. Saat ini  jumlah yang diperebutkan masih 20 kursi.  Sementara di  Mappi dan Asmat, data kependudukannya sudah di atas 100.000 jiwa penduduk.

   “Kami wilayah perusahaan besar tapi penduduknya masih di bawah 100.000 jiwa dengan 2 dapil dan itu menurut saya  ada yang perlu kita  benahi dengan baik, yakni data kependudukan,’’ tandasnya.

  Karena itu, jelas bupati Hengky  Yaluwo, pihaknya akan mendorong   Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Boven Digoel untuk segera melakukan pendataan dengan baik. Hengky Yaluwo mengaku juga akan segera memanggil pihak Korindo terkait dengan karyawannya tersebut apakah seluruhnya sudah memiliki identitas Boven Digoel.  Sebab, bupati  meyakini,  sebagian dari karyawan perusahaan baik tetap, harian maupun lepas yang masih memiliki KTP luar Boven Digoel.

   “Kita akan minta seluruh karyawan  tersebut wajib miliki KTP Boven Digoel. Kalau  mau tinggal di Boven Digoel, identitasnya wajib di Boven Digoel. Jangan sudah jadi karyawan dan tinggal di Boven Digoel bertahun-tahun tapi masih  identitas luar Boven Digoel,” jelasnya.

   Selain itu, diakui juga bupati  bahwa masih banyak warga Boven Digoel   di kampung-kampung yang belum terdata dengan baik karena masalah insfraktruktur belum terbentuk secara baik.  “Karena  infrastruktur  itu, maka data masyarakat kita tidak terdata secara baik,” pungkasnya. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *