Mahasiswa Baru Dianjurkan Ikut Organisasi

Puluhan mahasiswa Ottow Geisler ketika mengikuti proses pelatihan managemen organisasi guna membangun jiwa pemimpin yang cerdas dan berkompeten demi terwujudnya generasi muda berkualitas, di Aula Kampus Ottow Geisler di Kotaraja, pada Sabtu (14/11) lalu.(Gamel Cepos)

JAYAPURA – Bekal berorganisasi dikatakan bisa  menjadi satu modal baik bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri. Pasalnya tidak semua ilmu bisa diperoleh dari bangku kuliah terutama teori di dalam kelas.

Dari berorganisasi di lingkungan kampus ini paling tidak mahasiswa memiliki satu konsep atau cara berfikir yang bisa membangun karakter sosok pemimpin.  “Kami coba memberi pandangan bahwa mereka  yang berstatus mahasiswa baru ini jangan takut untuk berorganisasi. Harus bisa berorganisasi agar memiliki cara berfikir yang lebih kritis,” kata Ronald Albert Melansela, Ketua Panitia Pelatihan Managemen Organisasi (PMO) Universitas Ottow Geisler Papua di Kotaraja, Sabtu (14/11).

Mahasiswa diminta untuk bisa memahami soal managemen organisasi dan mencoba mengembangkan diri sehingga tidak terpaku pada materi  perkuliahan yang disajikan melainkan bisa belajar secara mandiri dalam organisasi. “Kami berharap dalam pelatihan managemen organisasi ini  bisa menumbuhkan karakter kepemimpinan dan juga kepercayaan diri dalam mengikuti sebuah organisasi dan juga memetik hal – hal positif dan belajar untuk tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang lebih baik lewat wadah organisasi,”  jelas Ronald.

Dalam  pelatihan yang dilakukan 2 hari ini sebanyak 35 orang juga diberi materi soal pengenalan organisasi, materi dasar kehutanan, public speaking, managemen kepemimpinan, teknik persidangan dan pengenalan soal persoalan satwa cenderawasih.

Menariknya para peserta ini juga dikenalkan soal penggunaan produk sekali pakai dimana peserta yang berasal dari mahasiswa baru tahun ajaran angkatan 2019 – 2020 ini diwajibkan menggunakan tumbler. “Ini agar mahasiswa kehutanan juga memahami isu terkini terkait sampah plastic dan ancamannya jadi mahasiswa juga belajar mengenal dan melakukan secara nyata,” imbuh Ronald. (ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *