Jangan Sampai Pasca PON dan Peparnas Venue Tidak Terurus

Stadion Lukas Enembe yang menjadi venue utama pergelaran PON dan Peparnas di Papua. Venue PON dan Peparnas Papua diharapkan dapat diurus dengan baik. (Erik / Cepos)

JAYAPURA – Belajar dari pengalaman beberapa tuan rumah penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) dan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas), Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali berharap hal serupa tidak lagi terjadi di bumi Papua. Dimana beberapa venue pasca PON dan Peparnas tidak terurus.

Menpora pun jauh hari mulai mengingatkan pemerintah Papua agar venue-venue yang digunakan saat pelaksanaan PON XX dan Peparnas XVI tidak menjadi warisan emas yang terbengkalai di kemudian hari.

Apalagi menurut Menpora, sangat disayangkan bila venue-venue tersebut tidak terawat dan dimanfaatkan dengan baik. Mengingat beberapa venue yang sudah disiapkan memiliki standar internasional. Sehingga sangat disayangkan bila venue-venue tersebut nantinya tidak terurus.

“Bagaimana dengan Papua? problem setiap penyelenggaraan PON di beberapa tempat sebelumnya menjadi pelajaran buat kita, bahwa bekas-bekas venue itu akhirnya tidak terurus dan tidak terawat. Nah kita ingatkan sejak awal kepada teman-teman pemerintah provinsi di Papua agar menyiapkan semuanya dengan baik,” ungkap Menpora kepada awak media saat memberikan keterangan di Jayapura, Jumat malam (12/11).

Menpora menyarankan agar pemerintah Papua bisa membentuk sebuah lembaga atau pihak terkait soal pengelolaan dan pemanfaatan venue-venue tersebut. Sebab kata Menpora, venue tersebut juga dapat dimanfaatkan dengan baik untuk mengurangi anggaran perawatan.

“Tapi saya sudah dengar bahwa pemerintah Papua sudah membuat badan pengelolanya. Tetapi tentu tata kelolanya juga harus baik-baik agar tidak jadi masalah hukum di belakang hari, jadi kita harus membuka diri untuk pengelolaan agar makin hari anggaran perawatan makin berkurang,” ujar Menpora.

Kata Menpora, dalam mendukung pemanfaatan venue di Papua, Menpora akan ikut mendukung event-event nasional bahkan single event bertaraf internasional bisa digelar di Bumi Papua.

“Bapak Gubernur (Lukas Enembe) ingin melaksanakan event olahraga tingkat Asia Pasifik. Tentu pemerintah pusat akan memberikan dukungan terhadap keinginan itu, yang jelas jangan sampai pengalaman di beberapa provinsi yang lalu yang menyelenggarakan PON tempat-tempatnya (venue) jadi terlantar tidak terurus dan jangan terulang di Papua,” pungkas Menpora. (eri).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *