Dinas Pertanian Latih Petani Gunakan Hand Tractor 

Petani padi di Distrik Libarek saat mempraktekan penggunaan Hand Tractor untuk membajak sawah sebelum ditanami padi, Sabtu (13/11). (Denny/ Cepos)

WAMENA– Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya terus melakukan pembinaan kepada   petani padi untuk bisa menggunakan hand tractor dalam membajak sawah serta melakukan perawatan terhadap mesin tersebut yang bisa memudahkan mereka untuk memproduksi padi.

  Sekretaris Dinas Pertanian  Viktor Malisa mengaku  pihaknya melatih masyarakat untuk menggunakan hand tractor dan perawatan mesin dalam  rangkaian pelatihan alsintan, khususnya traktor roda dua.

  “Inti pelatihan ini kita melihat bahwa sudah seharusnya pelatihan-pelatihan pertanian itu lebih tepat kalau kita lakukan di lokasi pengembangan pertanian itu, kita lakukan pelatihan bersama masyarakat langsung di kampung.” ungkapnya Sabtu (13/11) kemarin

  Kata Victor, tujuannya saat ini memiliki operator traktor di beberapa kelompok tani di Jayawijaya seperti Pyramid, Siepkosy, Walelagama, Mulima dan di Libarek. Operator harus mampu  bekerja dengan memperhatikan beberapa hal penting seperti keselamatan diri dan alat pertanian karena ini alat berat dan harganya mahal.

  Ia menyatakan petani di Jayawijaya ini harus bisa sejahtera, harus bisa mandiri, dan harus mereka bisa berkualitas. Apabila ini bisa tercapai, mereka bisa melakukan itu sendiri tetapi tidak asal melakukannya tetapi dengan memperhatikan hal-hal bagian-bagian penting serta membangun kemandirian mereka, mereka harus tahu dan pandai menggunakan alat-alat pertanian.

  “Kelompok-kelompok tani persawahan di Jayawijaya itu semuanya putra-putra lokal Jayawijaya. Selama ini kalau mereka punya rasa ragu-ragu untuk menggunakan alat berat seperti ini, sekarang mereka semakin percaya diri. dari pelatihan itu ada anak-anak muda yang baru belajar tetapi punya kemauan untuk bisa banyak belajar dari senior mereka.”bebernya

   Ia juga menyebutkan sawah di Jayawijaya 130 hektare dan masih terus didorong, sebab potensi luas. Produksi satu kali musim tanam adalah 327 ton beras.  Sehingga dari pelatihan ini pihaknya ingin  mengajarkan kemandirian, bukan ketergantungan

  Ditempat yang sama Kabid Sarana Prasarana Pertanian di Dinas Pertanian Jayawijaya Maninus Kosay, SP, menyatakan pengenalan operator hand traktor ini memang penting harus dilakukan, jangan hanya menggunakan tetapi perlu pengenalan makanya hari pertama diajarkan pengenalan alat dan implementasinya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *