Warga Kampung  Wambena Butuh Listrik PLN

Aser Demetouw (Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Kepala Kampung Wambena, Aser Demetouw mengatakan, masyarakat di kampung yang dipimpinnya itu sangat membutuhkan aliran listrik dari PLN.  PLTA yang menjadi sumber tenaga listrik untuk menerangi kampung itu sudah hampir dua tahun belakangan ini tidak bisa lagi dimanfaatkan karena peralatannya rusak.

” Kami sekarang sangat membutuhkan aliran listrik dari PLN. Karena kalau listrik dari PLN itu bisa dimanfaatkan bukan hanya untuk penerangan, tapi juga untuk menunjang kegiatan ekonomi kami di kampung,” kata Aser Demetouw, saat ditemui media ini di Kantor DPRD Jayapura, Rabu (10/11), kemarin.

Aser mengaku, dalam kurun waktu hampir lebih 25 tahun belakangan ini, masyarakat di kampung itu mengandalkan penerangan dari sumber listrik PLTA.  Sementara peralatan yang menjadi pembangkit dari PLTA ini seringkali mengalami kerusakan bahkan untuk membiayai perbaikannya, pihaknya mengeluarkan dana yang tidak sedikit.  Pihaknya juga mengaku sangat bersyukur karena sudah mendapatkan fasilitas tersebut meskipun hanya digunakan untuk penerangan saja.

“Selama ini kami pakai untuk penerangan,  pastinya kami sangat bersyukur, tapi saat ini kami menginginkan agar PLN yang bisa masuk ke kampung,” katanya.

Lanjut dia,  sudah hampir dua tahun belakangan ini listrik yang bersumber dari PLTA ini sudah tidak bisa lagi berfungsi karena peralatannya rusak.  Karena itu, pihaknya sedang berupaya agar listrik PLN yang bisa dimanfaatkan  masyarakat di kampung itu kedepannya.

“Sebelumnya kami sudah pernah menyurat ke PLN, baik yang ada di provinsi termasuk juga yang ada di pusat, tapi sampai saat ini belum ada jawaban.  Kami tidak menyerah saat ini, kami akan mengadakan rapat dan mengundang pihak PLN termasuk DPRD Jayapura untuk membahas persoalan ini sehingga kami masyarakat di sana juga bisa memanfaatkan fasilitas ini,”ungkapnya.

Sejauh ini, untuk jaringan PLN sendiri sudah melewati kampungnya dan beberapa kampung tetangga juga sudah dialiri listrik PLN.  Di kampung itu ada lebih dari 55 rumah. Belum lagi ditambah dengan beberapa rumah warga lainnya yang sedang dibangun.  Namun itu juga dipastikan bertambah karena dari rumah yang ada saat ini, beberapa di antaranya ditempati oleh lebih dari 2 kepala keluarga.

“Jaringannya sudah lewat di kampung sehingga kami pikir ini adalah kesempatan. Kalau PLN masuk, mungkin PLTA akan kami perbaiki juga untuk cadangan kedepanya,”tandasnya. (roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *