Seorang Anak Peremuan Ditemukan Mengapung 

Anggota Polres Jayawijaya dan warga sekitar Kali Uwe saat mengevakuasi jenazah seorang anak perempuan tanpa identitas yang ditemukan mengapung di bekas galian material Kali Uwe, Rabu (10/11) malam. (Denny/Cepos)

WAMENA-Warga sekitar Kali Uwe digegerkan dengan temuan jenazah seorang anak perempuan tanpa identitas di kolam bekas galian. Jenazah korban pertama kali ditemukan saksi  Yopa Wenda (23) yang hendak memancing di pinggir kali, tepatnya di belakang Kodim 1702 Jayawijaya, Rabu (10/11) petang sekiran pukul 17.55 WIT.

   Berdasarkan informasi yang dihimpun Cenderawasih Pos, awalnya pada  pukul 16.00 WIT, saksi Yopa Wenda memancing di pinggir kali, namun karena tidak dapat ikan, saksi kemudian berpindah menuju ke alat berat yang sedang terparkir di pinggir kali. Di pertengahan jalan, saksi melihat ke arah kolam bekas galian ada seperti rambut manusia setelah itu saksi lari memberitahukan kepada saksi  Ronald Wenda.

   Kemudian saksi bersama-sama menuju ke kolam  dan mengecek, ternyata memang betul ada mayat anak perempuan. Kemudian, setelah mayat diangkat ke pinggir kali, kedua saksi menyuruh Ali Kogoya menuju ke Polres jayawijaya untuk melaporkan penemuan mayat ini.

  Kapolres jayawijaya AKBP. Muf . Safei. A.B. SE ketika dikonfirmasi membenarkan adanya penemuan jenazah anak -anak yang usianya sekitar 7-10 tahun  di bekas galian material Kali Uwe yang masih masuk dalam Kecamatan Sinakma Wamena. Setelah mendapat laporan, anggota Polres Jayawijaya mendatangi lokasi penemuan mayat dan melakukan olah TKP.    

   “Jadi setelah kita melakukan olah TKP disana,  jenazah itu kita bawah ke RSUD Wamena  untuk dilakukan pemeriksaan oleh dokter. Dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,”ungkapnya Kamis (11/11) kemarin.

  Ia juga memastikan jika  jenazah pada saat dilakukan pemeriksaan dalam keadaan kaku dan bagian mulut mengeluarkan busa dan air, hingga kemarin identitas korban belum diketahui.  Namun, mayat korban dibawah oleh pihak yang menemukan mayat pertama kali di kolam.

  “Nanti dari pihak penemu mayat tersebut diserahkan secara adat langsung diarahkan kepada keluarga korban dengan penangung jawab ketua RT weko 07 RW 02 Kelurahan Sinakma Distrik  wamena kota,”bebernya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *