Peparnas Menjadi Titik Kebangkitan Papua

George Saa (Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Tokoh intelektual muda  Papua, George Saa mengatakan, Peparnas menjadi titik kebangkitan Papua dalam menjamin hak-hak kaum difabel atau disabilitas.

“Saya berterima kasih kepada Gubenur Papua, Bapak Lukas Enembe yang memperjuangkan dihadirkannya kegiataan nasional ini di Papua. Ini adalah bentuk kepedulian tanah Papua dalam partisipasinya membangun Indonesia. Dengan menjadi tuan rumah, Papua menjadi sorotan nasional bahkan dunia. Selayaknya kegiataan nasional dan internasional di bidang lainnya juga dihadirkan, ” ungkap George Saa kepada media ini, Kamis (11/11)

Dia mencontohkan, mantan Bupati Tolikara,  John Tabo telah mengadirkan perlombaan internasional Olimpiade Astronomi Asia Pacific di Tahun 2010. Olimpiade ini menhadirkan peserta dari berbagai belahan dunia. “Ke depan, kita bisa mendorong penyelenggaraan kegiataan olimpiade berbasis sains, matematika, komputer dan bidang-bidang lainnya yang mengasah kemampuan otak dan kecerdasan dalam memecahkan problem keilmuan,” ungkapnya

Karena itu, dia juga mengatakan, sehubungan dengan penyelenggaraan  Peparnas ini, perlu diapresiasi juga semua panitia dan relawan yang ikut menyukseskan kegiataan ini. Setidaknya, dengan hadirnya event ini, banyak pengangguran yang dapat mendaftar, bekerja dan mendapatkan renumerasi dari giat ini. Perlu juga dilanjutkan dengan kegiataan-kegiataan akbar lainnya yang dapat memberikan kesempatan kepada kelompok pengangguran di tanah ini untuk bekerja lepas dan dapat mengumpulkan modal untuk bisa mendirikan usaha-usaha ekonomi kreatif.

“Perlu disampaikan bahwa pembinaan berkelanjutan kepada para atlet harus diprogramkan dan dibiayai agar mereka dapat terus melatih diri untuk menyambut lomba-lomba lainnya yang skalanya nasional maupun internasional. Papua juga dapat menjadi salah satu tim untuk berlaga di wilayah Pasifik dan Australia,”harapnya.

Dia juga berharap, agar  semua fasilitas yang dibangun untuk keperluan perhelatan giat olahraga nasional ini akan ditangani secara khusus agar dapat menjadi sarana pembinaan para atlet dan menjadi pusat olahraga secara profesional. (roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *