Pemprov Harap Setiap Daerah Memiliki Pusat Data

Pemerintah Provinsi Papua, melalui Bapeda Provinsi Papua gelar Rapat Koordinasi Satu Data Indonesia di Papua, yang dilaksanakan di Hotel Aston Jayapura, Kamis (11/11).(Yohana/Cepos)

JAYAPURA – Pemerintah Provinsi Papua merespon baik perbaikan data  di Provinsi Papua, guna menjadi dasar dalam pembangunan di Papua.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Kesra Sekda Provinsi Papua, Muhammad Musa’ad menjelaskan, sebelum program nasional terkait satu data untuk Indonesia, Papua sudah terlebih dahulu memperbaiki data .

“Sejak 2013 Gubernur Papua Lukas Enembe dilantik jadi  gubernur,  mempunyai komitmen besar untuk memperbaiki data yang diharapkan akan menjadi dasar yang kuat untuk merumuskan kebijakan ataupun merumuskan  perencanaan pembangunan,” ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Kamis (11/11).

Inilah yang menjadi alasan di  tahun 2015 pemerintah mendirikan UPT Data sampai hari ini dan kemudian diperkuat lagi dengan kebijakan nasional yaitu satu data untuk Indonesia. Jadi forum data di Papua sudah ada sejak lama.

“Data ini penting untuk kita konsilidasikan dan diharapkan data yang keluar harus data yang sudah terkonsilidasi. Jangan ada perbedaan dari setiap institusi yang ada di Papua,” jelasnya.

Diharapkan  setiap data sebelum diekspos  harus dikonsolidasi agar datanya sudah sama dan layak diekspos,   agar tidak membingungkan masyarakat dan juga menghindari pembiasaan dalam perencanaan ataupun pelaksanaan bangunan.

“Pusat data yang ada di Kab/kota di Papua masih terbatas, beberapa kab/kota saja yang sudah memiliki pusat data, seperti di Merauke banyakan kabupaten, kota lainnya belum memiliki pusat data

Menurutnya, untuk memperkuat pusat data, jika sudah memulai dengan mengambil teman- teman di kab/kota sebagai wali-wali data yg nantinya membantu  untuk mensuplai data di kab/kota.

“Dengan Rakor ini diharapkan nantinya masing-masing kab/kota ada forum data yang melibatkan BPS, melibatkan Pemda Kab/Kota , melibatkan TNI/Polri dan sebagainya. Dengan demikian data-data yang terekspos nantinya sudah terkonsolidasi,  sehingga tidak membingungkan masyarakat,”tandasnya.(ana/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *