Naomi Awaitouw Pahlawan Dibalik Dua Emas  Boccia Papua

Naomi Awoitouw (Noel/Cepos)

JAYAPURA  Penampilan seluruh atlit paralimpiade Boccia Papua begitu memukau dalam partisipasinya di pagelaran iven akbar Peparnas ke-XVI Papua.

Terbukti dari awal laga yang digelar sejak 8 November lalu hingga kini Tim Papua telah mengamankan 3 emas, 1 perak, dan 2 perunggu, bertempat di Auditorium Universitas Cenderawasih Abepura,  Kamis, (11/11)

Selain Pelatih, adapun sosok lainnya yang juga merupakan aktor penting dibalik kejayaan Tim Boccia Papua di Peparnas kali ini.

Orang tersebut ialah Naomi Awaitouw, Ibu Omi sapaan akrabnya merupakan seorang guru di sekolah luar biasa (SLB) yang ada di Jayapura. Selain mengabdi sebagai pengajar di sekolah disabilitas, Ibu Omi juga bertanggung jawab untuk menangani Tim Boccia Papua dari awal perekrutan atlit, pembinaan, hingga mendampingi pelatih dan pemain di Peparnas kali ini.

Perempuan asli Papua ini mengaku cukup kesulitan diawal pencarianya dalam menemukan atlit disablitas untuk diajak gabung ke dalam Tim Boccia Papua.

“Iya, orang-orang seperti mereka ini kadang kita sulit menemukan mereka. setelah bertemu untuk diajak bergabung juga kadang mereka tidak semua langsung mau, harus melalui berbagai proses-proses pendekatan kepada keluarga mereka lebih dulu untuk menyakinkan mereka,” ujar ibu Omi  di Audotorium Uncen,  Kamis, (11/11).

Dikataan denga  usaha dan perjuangan yang begitu sabar dilakukan guru SLB satu ini pada akhirnya membuahkan hasil yang manis. tercatat ada 2 pemain asli Papua yang dengan pasti telah mengunci 2 medali emas dan perak, yakni Yahya Markus dan Rexus Ohee.

Dikatakan, mereka berdua adalah sebagian atlit asli Papua buah tangan Naomi, yang kemudian di poles oleh pelatih Adrian Matgatha Kasih di Solo selama 5 bulan.

“Saya bangga bisa membantu dan menolong mereka, saya berharap para orang tua atau orang-orang yang memiliki anggota keluarga  berkebutuhan khusus untuk bisa membuka diri agar anggota keluarga tersebut dapat kita bantu untuk diarahkan, baik dalam sistem belajar maupun olahraga sesuai dengan kemampuan bidang masing-masing,” pungkasnya.

Usai menyelesaikan pertarungan di berbagai kelas yang ada kategori individual, Tim Boccia Papua masih akan terus melakukan pertandingan lainnya di kategori beregu hingga 13 November sesuai jadwal yang ditentukan, dalam iven Peparnas XVI Papua ini. (oel/gin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *