Honor Relawan di Klaster Kabupaten Jayapura Diproses

Sejumlah relawan PON asal kabupaten Jayapura melakukan pemalangan pintu masuk kantor Bupati Jayapura, Kamis (11/11). (Robert Mboik Cepos)

 

SENTANI- Sejumlah relawan PON dari Klaster Kabupaten Jayapura, melakukan pemalangan terhadap pintu masuk kantor bupati Jayapura, Kamis (11/11).
Aksi pemalangan itu dilakukan oleh sejumlah relawan itu, karena mereka menilai belum adanya kejelasan mengenai pembayaran honor dari para relawan yang sudah melakukan pekerjaan selama PON berlangsung di klaster Kabupaten Jayapura.
“Di dalam SK itu kami bekerja selama 15, 20 hari kerja, tetapi nyatanya mereka bilang bayar hanya 12 hari kerja saja.Kami sudah tanda tangan absen selama 15 hari kerja, Namun sampai yang ada Ini uangnya juga belum dikirim ke rekening kami,” kata Yanti Monim, salah satu relawan Pon asal kabupaten Jayapura yang ditemui media ini di pintu masuk kantor bupati Jayapura, Kamis (11/11).
Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, kepada media ini, mengaku sangat menyayangkan aksi yang dilakukan oleh para relawan itu. Menurutnya, persoalan yang dialami oleh para relawan itu, sama sekali tidak ada hubungannya dengan kegiatan dan aktivitas pemda. Karena itu, aksi yang dilakukan itu tidak boleh mengganggu aktivitas pelayanan pemerintahan di kantor Bupati Jayapura. Pasalnya Kabupaten Jayapura hanya diberi kewenangan untuk merekrut, sementara untuk pembayaran itu menjadi tanggung jawab dari bidang SDM PB PON Papua.
” Sangat disayangkan relawan melakukan aksi di kantor bupati dengan memalang pintu masuk. Ini sangat mengganggu aktivitas pelayanan pemerintahan di kantor bupati. Pembayaran itu tidak ada hubungan dengan pemda, itu SDM PB PON Papua,” tegasnya, Kamis (11/11).
Sementara itu ketua Sub Bidang SDM Kabupaten Jayapura, Ted Mokay menjelaskan, secara umum proses tahapan pembayaran honor dari para relawan di klaster Kabupaten Jayapura itu sudah mulai dilakukan oleh pihak SDM PB PON Papua melalui tiga bank yang sudah bekerjasama untuk pembayaran honor dari para tenaga relawan.
“Memang untuk bank Mandiri dan bank BRI itu sudah mulai melakukan transfer ke masing-masing rekening relawan. Yang agak lama ini dari bank Papua. Saya tidak tahu apa alasanya. Tapi tadi kami sudah komunikasi langsung ke pusatnya, katanya hari ini sampai besok mereka transfer. Karena itu kita mohon kepada para relawan ini untuk bersabar,” kata Ted Mokay ditemui di kantor Bupati Jayapura, Kamis (11/11).
Dia juga menjelaskan bahwa bidang SDM Kabupaten Jayapura tidak diberi kewenangan untuk membayar honor para relawan. Namun hanya bertugas untuk merekrut dan mendata para relawan.
“Kami sudah bekerja sesuai dengan tahapan, hitung hari kerja, selesai baru kita kirim ke SDM PB PON,” jelasnya.
Dia mengatakan kalaupun ada relawan yang mengklaim jumlah yang dibayarkan tidak sesuai dengan hari kerja, pihaknya meminta supaya yang bersangkutan bisa menunjukkan bukti berupa data. Karena pihaknya memastikan pembayaran honor tenaga relawan ini disesuaikan dengan hari kerja efektifnya.
“Memang ada sedikit salah pengertian, SK PB itu memuat 20 hari, itu paling banyak. Kalau dia kerja lebih dari 20 hari tetap dihitung 20 hari. Tapi kalau dia kerja 15 hari, tidak bisa dihitung 20 hari. Tetap sesuai dengan absen,” jelasnya. (roy/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *