Bupati Keerom dan Pegubin Bahas Batas Wilayah

Bupati Pegubin Spei Yan Bidana, ST, M.Si didampingi Plt Sekda drg Aloysius Giyai, MKes bersama Bupati Keerom Piter Gusbager dan staf  saat melakukan pertemuan di salah satu Hotel di Kabupaten Keerom, Kamis (11/11). (Noel/Cepos)

KEEROM – Guna membicarakan batas wilayah antara Kabupaten Keerom dan Kabupaten Pegunungan Bintang, Bupati Pegubin  Spei Yan Bidana, ST, MSi didampingi Plt. Sekda drg Aloysius Giyai, MKes  melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Keerom.

   Bupati Pegubin Spei Yan Bidana, ST, MSi mengatakan,  selama ini masyarakat yang berada di perbatasan kehidupan mereka berpindah-pindah maka masyarakat yang sama membuat kampung di Kabupaten Keerom dan Pegubin. “Ini yang kami mau kendalikan dengan batas wilayah yang jelas,” kata Bupati didampingi Sekda drg Aloysius Giyai di Kabupaten Keerom, Kamis (11/11).

  Oleh karena itu, pihaknya bertemu dengan Bupati Keerom untuk membahas dan menyelesaikan  batas wilayah tersebut dengan kekeluargaan. “Keputusannya belum disepakati soal batas wilayah tetapi minggu depan akan disepakati bersama, sehingga ketika batas wilayah sudah jelas aset dari kabupaten Pegunungan Bintang bisa kita serahkan ke Kabupaten Keerom begitu pula dari Kabupaten Keerom bisa serahkan ke Kabupaten Pegubin,” katanya.

   Dia juga mengatakan untuk kondisi masyarakat saat ini mereka lebih mengutamakan bagaimana bisa mendapat bantuan, sehingga mereka bisa saja ke-2 kabupaten berbeda untuk menerima bantuan sehingga ini yang harus dikendalikan. Termasuk kucuran dana desa, supaya tidak tumpang tindih.

    Sementara itu Bupati Keerom Piter Gusbager  mengungkapkan dalam pertemuan tersebut merupakan hal yang penting dan segera harus diselesaikan dari dua kabupaten tersebut. Menurut Bupati Piter, baik Pemkab Keerom maupun Pegubin sama-sama punya komitmen untuk menyelesaikan masalah ini.

   Untuk itu, dia berencana bersama staf terkait akan menjadwalkan untuk segera menata batas wilayah tersebut sesuai peraturan.  Hal ini supaya dalam pemberian bantuan juga tidak salah sasaran dalam pengalokasiannya. “Jangan sampai jadi temuan karena masyarakat yang sama ini yang kita jaga,” ujarnya. (oel/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *