Mimpinya Jadi Pesepak Bola Sirna, Daniel Wilson Menuai Prestasi di Panahan

Daniel Wilson Uyo saat tampil pada ajang Peparnas XVI 2021 Papua di venue Panahan Kampung Harapan, Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (10/11). (Erianto / Cepos)

JAYAPURA – Pelaksanaan Pekan Paralimpik Nasional atau Peparnas XVI 2021 Papua bukan hanya sekedar ajang pembinaan prestasi olahraga dari 12 cabang olahraga yang dipertandingkan. Namun event olahraga nasional empat tahunan tersebut juga memberikan sebuah kisah inspiratif.

Salah satunya, Daniel Wilson Uyo atlet panahan NPC Papua yang sudah mempersembahkan dua medali emas bagi kontingen Papua di ajang Peparnas XVI 2021.

Jauh sebelum Daniel berdiri di atas podium juara, pria berusia 26 tahun itu pernah mengalami kisah hidup hingga titik paling rendah. Kecelakaan lalu lintas yang ia alami di tahun 2016 silam nyaris menjadi akhir dari kisah hidupnya.

Untungnya, peristiwa tragis itu tidak sampai merenggut jiwanya. Daniel masih diberikan kesempatan kedua oleh sang pencipta. Meski lolos dari tragedi maut, Daniel harus terpaksa menerima kenyataan ketika salah satu dari kakinya harus diamputasi kala itu.

Tak hanya kehilangan salah satu organ tubuh, Daniel juga harus mengubur dalam-dalam mimpinya menjadi pesepak bola profesional. Sebab sebelum musibah pahit itu menerpa dirinya, Daniel merupakan pesepakbola yang sedang meniti karir bersama Persipura Jayapura U-18.

Kehilangan salah satu kaki dan kehilangan cita-cita masa kecilnya sebagai pesepak bola tentu membuat Daniel tak lagi memiliki harapan hidup. Tapi, Daniel tak patah arang. Daniel masih tetap bersemangat untuk berjuang menjalani hidup.

Meski sempat menyerah dan menyesali hidupnya, namun sebuah kesempatan manis datang menghampirinya di 2016, beberapa bulan pasca kecelakaan. Ia mendapatkan kesempatan untuk mengikuti seleksi cabang olahraga panahan NPC Papua. Namun Daniel masih memilih untuk melakukan pemulihan maksimal.

Rupaya Daniel tak ingin lama-lama terpuruk dalam kesedihan dan mulai bangkit. Tahun 2019, ia kembali mendapatkan kesempatan kedua untuk mengikuti seleksi atlet panahan NPC Papua untuk persiapan Peparnas XVI. Ia pun dinyatakan lolos untuk memperkuat Panahan NPC Papua.

Berawal dari situ, Daniel kembali mulai semangat menjalani hidup dan menegaskan bahwa kekurangan salah satu anggota tubuh bukan menjadi alasan untuk menyerah.

Sejak itu, Daniel melupakan cita-citanya sebagai pesepak bola dan terus mengasah dirinya sebagai atlet panahan. Alhasil, dengan tekad yang kuat, Daniel pun sukses mempersembahkan 2 medali emas bagi kontingen NPC Papua pada Peparnas XVI 2021.

“Sebelumnya saya bermain sepak bola di Persipura U-15, U-18 sekitar tahun 2005 dan 2010, tapi Tuhan tidak mengizinkan saya lanjut di sepak bola. Saya mengalami kecelakaan tahun 2016, tiga tahun di rumah. Tahun 2019 saya bergabung dengan NPC Papua,” ungkap Daniel kepada Cenderawasih Pos saat ditemui di venue Panahan Kampung Harapan, Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (10/11).

Terlepas dari prestasi gemilangnya di Peparnas XVI, Daniel memberikan sebuah pelajaran berharga bahwa kekurangan (organ tubuh) bukan sebuah penghalang untuk menciptakan prestasi.

Dirinya juga menjadi satu dari sekian bukti bahwa penyandang disabilitas tidak selamanya hanya di rumah saja dan tidak berbuat apa-apa. Tapi mereka juga bisa menciptakan sebuah catatan gemilang untuk nama baik daerah, dan bangsa.

“Saya sempat merasa kehilangan sekali kaki saya diamputasi tahun 2016, saat itu saya sudah menyesali diri tapi Tuhan bisa berkehendak lain untuk saya. Motivasi saya sendiri, saya tidak melihat dari keterbatasan yang dimiliki, tapi melihat dari talenta khusus yang Tuhan sudah titip untuk saya secara pribadi,” kisah Daniel.

“Walaupun saya tidak berhasil di sepak bola, saya bisa berhasil di panahan. Mungkin itu motivasi saya untuk tahun ini bisa meraih sukses di Panahan. Saya percaya bahwa keterbatasan yang kami miliki bukan suatu penghalang. Tapi ada talenta yang Tuhan titipkan buat kami untuk bisa berjuang,” tutur Daniel.

Daniel masih memiliki kans untuk menambah pundi-pundi medali. Pasalnya ia masih turun di babak final nomor mix. Dirinya juga menuturkan tak menyangka bisa mendulang dua medali emas. Kendati dirinya tak memiliki latar belakang sebagai atlet panahan.

“Puji Tuhan hari ini bisa meraih medali emas di kualifikasi. Saya bersyukur sekali kepada Tuhan, yang tidak dipikirkan justru bisa didapat. Walaupun hari pertama tapi sudah dapat dua emas,” ujar Daniel.

Daniel juga membeberkan tujuan bonus yang nantinya ia dapatkan. Daniel mengaku sebagian dari bonusnya akan diperuntukan untuk renovasi sebuah gereja.

“Medali emas ini saya persembahkan buat orang tua saya dan istri saya juga dan masyarakat Papua. Mungkin yang pertama saya persembahkan untuk Tuhan, mungkin rehab gereja, dan mungkin bantu mereka teman-teman yang disabilitas. Saya mau berdayakan teman-teman lewat bonus yang dikasih nanti,” tutup Daniel. (eri/gin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *