Komitmen Berantas Miras Jangan Hanya Retorika

Aksi yang dilakukan oleh sekelompok pemuda di Kabupaten Jayapura untuk menentang peredaran Miras ilegal, Rabu, (10/11).(Dok manase Taime)

SENTANI-Tokoh pemuda di Kabupaten Jayapura, Manase Taime menyoroti maraknya peredaran Minuman Keras (Miras) di Kabupaten Jayapura pasca penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON). Menurutnya, hal ini berbanding terbalik pada saat penyelenggaraan PON, yang mana saat itu, polisi bahkan berhasil mengungkap sejumlah penjual Miras di Kota Sentani.  Karena itu, dia berharap, komitmen menghentikan penjualan Miras di Kota Sentani, Kabupaten Jayapura bukan sekadar retorika.

“Kalau bisa, jangan hanya kampanye, tapi harus betul dilakukan. Sudah bagus, polisi amankan saat PON kemarin, tidak ada Miras, tidak ada orang mabuk, tapi setelah PON, semua kembali marak,” ujar Manase Taime kepada wartawan, Rabu (10/11).

Dia mengatakan, komitmen Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus Maclarimboen, harus diapresiasi, seharusnya itu juga bisa menjadi catatan penting bagi semua jajaran dan bawahannya. Kata dia, apabila polisi menyebut, tidak ada penjualan Miras di Sentani, itu merupakan hal yang sangat menyedihkan.

“Saya berani buktikan, di mana saja tempat penjualan Miras itu, dengan video sekalipun. Saya berani tunjukkan ke Kapolres Jayapura. Jadi kalau mau berantas Miras,  harus benar-benar komitmen. Kasihan generasi muda Papua ini banyak jadi korban akibat Miras,,” ungkapnya.

Dia mengatakan, penjualan Miras di Kabupaten Jayapura, khususnya di Kota Sentani sangat marak.  Bahkan dia menganalogikan, penjualan Miras ini seperti penjualan sirih, pinang yang banyak ditemukan di pinggir jalan.

“Intel polisi banyak, mereka tidak sulit menemukan Miras. Mulai dari Hawai, Pasar Lama, Pasar Pharaa, sosial. Hampir semua tempat ini ada yang jual Miras,” katanya.

Karena itu, dia berharap agar pihak kepolisian benar-benar satu komando dalam hal pemberantasan peredaran Miras ilegal di Kabupaten Jayapura ini.

“Kalau Kapolres sudah ada pernyataan tegas seperti itu, menurut saya di bawahnya juga harus satu garis komando.  Masa Kapolres sudah tegas, tapi toko-toko Miras tetap buka. Beberapa hari belakangan ini banyak kejadian kecelakaan karena mabuk,” imbuhnya.(roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *