Kami Bisa Ditembak Kapanpun oleh Aparat dan TPNPB

Agustina korban penembakan saat dievakuasi dari Intan Jaya ke Rumah Sakit Mimika untuk mendapatkan penanganan medis, Rabu (10/11).(Polres Intan Jaya for Cepos)

*Kapolres: TNI-Polri Minta Maaf, Bukan Tujuan Kami Warga Sipil

JAYAPURA-Agustina Ondou (21), korban penembakan yang diduga dilakukan oknum aparat TNI dievakuasi dari Bandara Birogai-Sugapa Kabupaten Intan Jaya ke Bandara Mozes Kilangin, Timika, Kabupaten Mimika, Rabu (10/11).

Setiba di Bandara Mimika, mobil ambulance langsung menjemput perempuan 21 tahun itu ke pesawat dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Mitra Masyarakat, Timika untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Seorang warga Intan Jaya yang enggan menyebutkan namanya menyampaikan, Agustina ditembak oleh oknum aparat TNI pada Selasa (9/11) pagi.

Sementara itu, salah seorang tokoh agama yang berada di Intan Jaya yang namanya enggan dikorankan menyampaikan, Agustina ditembak oknum anggota TNI lantaran yang bersangkutan melewati tempat yang sudah dilarang untuk orang melintas di lokasi tersebut.

“Di Intan Jaya, tempat-tempat yang sudah ditetapkan tidak bisa sembarang orang melewatinya. Kemungkinan ibu ini (Agustina-red) tidak tahu dengan hal itu, sehingga ia melintasi jalur itu sendirian saat pulang beli bahan makanan hingga akhirnya ditembak,” jelasnya saat saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Rabu (10/11).

Diakuinya, tiga hari terakhir tak ada lagi kontak senjata di Intan Jaya. Sementara warga masih berada di titik-titik pengungsian, yang ada di Sugapa ibukota Kabupaten Intan Jaya.

“Warga masih di lokasi pengungsian, diberikan kelonggaran beraktivitas hingga siang hari. Sementara sore harinya, warga sudah harus kembali berkumpul. Situasi Intan Jaya belum benar benar kondusif,” tuturnya.

Lanjutnya, alasan aparat tidak mengizinkan warga beraktivitas hingga sore hari lantaran OPM masih berkeliaran di tengah kota. Dikhawatirkan, jika terjadi kontak senjata antara TPNPB dan TNI-Polri bisa melukai warga. Untuk itu warga Intan Jaya hanya diizinkan beraktivitas hingga siang hari.

“Masyarakat di Intan Jaya serba salah, masyarakat bisa diserang kapanpun. Bisa ditembak TPNPB dan bisa juga ditembak TNI jika warga melewati tempat yang memang dicurigai,” tuturnya.

Tokoh agama berharap situasi Intan Jaya segera membaik, meski ia sendiri juga tak tahu kapan situasi itu benar benar membaik.

Secara terpisah, Danrem 173/PVB Brigjen TNI Taufan Gestoro menyampaikan, situasi Intan Jaya aman terkendali.

Terkait informasi yang beredar bahwa oknum anggota TNI yang melakukan penembakan terhadap Agustina, Danrem mengaku belum tahu pasti informasi tersebut.

“Saya belum tahu pasti, yang jelas sedang ditelusuri. Di lokasi penembakan itu biasanya menjadi tempat dimana KST melaksanakan penghadangan terhadap petugas kita yang ada di Intan Jaya,” terang Danrem kepada Cenderawasih Pos.

Lanjut Danrem, pihaknya sedang mendalami peristiwa penembakan terhadap  Agustina tersebut dan akan dicek serta ditelusuri siapa yang melakukan penembakan.

Sementara itu, Kapolres Intan Jaya, AKBP. Sandi Sultan menyampaikan TNI-Polri sudah memaksimalkan pengamanan di Sugapa, baik itu kepada objek vital dan warga sipil yang berada di Kabupaten Intan Jaya.

Terkait dengan tertembaknya Agustina warga Mamba Bawah, Kapolres meminta maaf akan hal itu. “Kami TNI-Polri minta maaf dengan tidak sengaja mungkin berdasarkan kontak tembak yang terjadi pada pukul 08:00 WIT hingga pukul 09:00 WIT, ibu Agustina terkena amunisi. Kami tidak tahu siapa pelakunya, masih dalam proses penyelidikan. Yang jelas, TNI-Polri minta maaf. Bukan tujuan kami warga sipil, namun memang pada saat itu kami ada kontak tembak dengan KKB,” terang Kapolres.

Dijelaskan Kapolres, Agustina sudah dievakuasi ke Mimika dan akan menjalani operasi. Ia berharap Agustina segera sembuh

“Untuk Intan Jaya, saya mengutamakan diplomasi. Perang tidak menyelesaikan persoalan di Intan Jaya. Saya mengajak saudara saya yang belum sepaham dengan pemerintah atau bergabung dengan KKB agar bisa kembali ke NKRI,” pungkasnya.(fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *