Dies Tahun Ini Lebih Komplit Meski Terhimpit

Rektor Uncen, Dr. Ir. Apolo Safanpo ST., MT.,  menuruni tangga usai menggelar ibadha di lorong sejarah  titik nol Uncen di gedung Fisip Lama di Uncen Abepura, Rabu (10/11). (Gamel/Cepos)

*Dies Natalis Uncen ke-59

JAYAPURA-Tradisi Universitas Cenderawasih   memperingati hari jadinya dengan menyambangi lorong di gedung lama Fisip Uncen kembali dilakukan 10 November kemarin.

Lorong  sejarah  ini masih menjadi titik nol lahirnya sebuah perjuangan peradaban di Papua lewat dunia pendidikan. Meski dengan situasi yang belum sepenuhnya membaik, perayaan hari jadi ke-59 ini tetap semarak bahkan terlihat lebih komplit. Pasalnya meski digelar di tengah pagelaran PON maupun Peparnas dan juga situasi Covid 19 namun hari jadi Uncen tahun ini berjalan dengan sejumlah mimpi menjadi lebih baik.

“Kami menggelar dies di tengah dua kegiatan penting yakni PON dan Peparnas tapi ada juga covid. Lalu  untuk usia ke-59 ini kami mendorong tiga isu besar yaitu pertama kesehatan, kecerdasan dan harapan hidup. Kita tahu kesehatan untuk tahun ini sangat penting dan ini diperhatikan pimpinan, fakultas hingga program studi untuk ikut memikirkan semuanya,” kata Dr Daniel Womsiwor Ketua Panitia Dies,  Rabu (10/11).

Dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Cenderawasih ini juga menyebut bahwa angka kematian dalam pandemic meningkat dan itu menjadi masalah utama. Uncen sendiri ikut memikirkan sehinga tahun ini banyak akademisi diarahkan oleh rektor untuk berinovasi, melakukan riset mencari temuan baru dalam rangka pengembangan ilmu dalam meningkatkan harapan hidup.

“Ada satu instruksi yang diberikan oleh retor dan Uncen serius memikirkan SDM di Papua. Rektor juga melakukan inovasi baru untuk meningkatkan mutu pendidikan,” kata Daniel Wonsiwor.

Diperayaan ini ada sejumlah lomba yang digelar termasuk Uncen idol,  pertandingan sepakbola Rektor Cup  dan seminar nasional yang digelar Fisip.

Moment HUT semakin komplit karena ada juga peluncuran buku yang ditulis oleh rektor Uncen, Dr. Ir. Apolo Safanpo, ST., MT., dengan judul dimensi – dimensi pembangunan di Tanah Papua dan dua buku karya Dr. Daniel Womsiwor dengan judul Biomekanika Olahraga dan Pemeriksaan dan Pengukuran Kebugaran Fisik. “Buku tulisan rektor ini merupakan kumpulan tulisan dari para ahli, pakar dan akademisi dan bisa digunakan untuk kepentingan pembangunan di Papua,” imbuhnya.

Pantauan Cenderawasih Pos, Rektor Apolo Safanpo dan   para pimpinan kampus melakukan upacara dan ibadah di lorong gedung Fisip lama kemudian  menggelar launching buku serta pemotongan nasi tumpeng. (ade/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *