Tahun ini, Lebih 10 Mahasiswa Drop Out 

Yacobus Mamuyab, SPd (Sulo/Cepos)

MERAUKE – Setiap tahunnya ada saja mahasiswa  asal Kabupaten Merauke yang  dibiayai oleh pemerintah  Kabupaten Merauke  di luar  Papua harus pulang kampung  sebelum memperoleh ijazah. Tahun ini, tercatat lebih dari 10  orang  atau kurang dari 20  orang yang harus drop out  atau DO.

  Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Merauke  Yacobus Mamuyab, S.Pd, ditemui Cenderawasih Pos mengakui bahwa  ada lebih dari 10 orang atau kurang dari 20 orang  mahasiswa adal Kabupaten Merauke yang dibiayai Pemerintah Kabupaten Merauke  pada  tahun 2021 ini harus keluar dari perguruan tinggi  karena tidak memenuhi syarat  untuk melanjutkan kuliah.

  “Kurang dari 20  yang terpaksa harus DO dari perguruan tinggi karena nilainya  di bawah standar atau tidak memenuhi syarat,” kata   Yacobus Mamuyab.

  Menurut  dia, bahwa pihaknya sudah menyiapkan laporan terhadap mahasiswa  yang harus DO tersebut untuk dilaporkan  ke Bupati Merauke. “Untuk jumlah pastinya, saya belum bisa sampaikan  karena belum saya laporkan ke bupati. Yang pasti di bawah 20 orang,” jelasnya.

   Mantan Guru  KPG Khas Papua Merauke ini sangat menyayangkan mahasiswa yang harus dikeluarkan dari  perguruan tinggi. Karena pemerintah, kata dia, sudah sangat serius dalam menangani anak-anak tersebut dengan memberikan beasiswa, dimana selain bebas uang kuliah juga biaya hidup setiap bulannya ditanggung pemerintah.

   “Kami juga berharap, orang tua tidak boleh lepas kontrol  terhadap anak-anak mereka ini.  Jangan sampai semuanya kepada pemerintah. Harus ada tanggung jawab orang tua dalam mengontrol anak-anak  mereka, apakah sudah belajar  dengan baik di sana atau bagaimana. Jangan sampai   terus terjadi seperti ini,” pungkasnya. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *