PLN Siapkan Dua Alternatif di Yalimo

Robert Mofu (Denny/ Cepos)

WAMENA – PT.PLN (persero) Wamena di Kabupaten Jayawijaya, telah menyiapkan dua alternatif untuk menghadapi dampak gangguan pelayanan listrik  yang mungkin muncul dari situasi politik pemilihan bupati dan wakil bupati di Kabupaten Yalimo dan mengakibatkan masyarakat tidak bisa menikmati listrik.

  Kepala PLN Unit Pelaksan Pelayanan Pelanggan (UP3) Wamena, Robert Mofu di Wamena, mengatakan alternatif itu untuk mengantisipasi apabila jalur pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) dari Jayawijaya ke Yalimo terputus akibat dipalang atau dirusak oleh warga.

  “Alternatif pertama terkait yang jembatan putus dan tidak bisa dilalui, kemarin dari pemda akan membantu kita untuk bawa BBM lewat pesawat,” ungkapnya Selasa (9/11) kemarin

  Alternatif ke dua adalah meminjam BBM milik kendaraan lajuran yang melintas di jalan trans Papua dari Jayapura-Yalimo menuju Kabupaten Jayawijaya, ketika sampai di Wamena BBM dari kendaraan ini akan diganti untuk mereka kembali.

  “Kita coba diskusikan dengan mereka, kita sepakat dari pada BBMnya tidak bisa lewat ke Wamena (Jayawijaya), kita pakai BBM mereka, nanti setelah mereka ke Wamena baru kita gantikan BBM milik mereka di sini. Itu antisipasi kita,” kata Mofu

  Robert Mofu memastikan saat ini pelayanan PLN kepada masyarakat Yalimo tidak mengalami kendala walau situasi politik di sana belum pulih, artinya pelayanan kelistrikan disana berjalan seperti biasa, apalagi saat ini pemalangan sudah dibuka dan akses sudah kembali lancar

  “Sampai hari ini kita tetap operasi. Terkait aktivitas masyarakat seperti pemalangan jalan dan sebagainya itu syukur karena untuk beberapa waktu ini kalau untuk PLN, ketika kami negosiasi dengan mereka, mereka buka jalur untuk kita lewat,” katanya.

   Ia menyampaikan terimakasih kepada kru PLN yang sejak kerusuhan Yalimo masih tinggal dan memberikan pelayanan kelistrikan yang memadai kepada masyarakat di Kabupaten Yalimo, dedikasi mereka sangat dibutuhkan oleh masyarakat menjaga kestabilan listrik di Kabupaten Yalimo.

  “Waktu kerusuhan itu semua aktivitas macet, termasuk pemerintahan tetapi PLN tidak, kita tetap operasi. Saya sampaikan terimakasih kepada teman-teman karena saat itu bisa dibilang kita dengan aparat yang ada di sana, semua tinggalkan Yalimo,” jelasnya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *