Nasib Rahmad Darmawan Ada di Ujung Tanduk

Rahmad Darmawan saat memberikan instruksi kepada para pemain Madura United (Jawa Pos)

JawaPos.com-Posisi Rahmad Darmawan sebagai pelatih Madura United berada di ujung tanduk. Rentetan hasil buruk yang diderita Laskar Sape Kerrap –julukan Madura United– membuatnya berada di ambang pemberhentian di tengah jalan.

Apalagi, suporter Madura United Minggu (7/11) lalu juga mengadakan aksi dengan mendatangi kantor tim di Pamekasan. Mereka menuntut pemecatan Rahmad Darmawan dan sang asisten Rasiman.

Pihak manajemen langsung bergerak cepat. Mereka melakukan pertemuan kemarin. Pertemuan itu membahas soal masa depan tim. Termasuk posisi pelatih dan asisten. Lalu, bagaimana hasilnya?

’’Sampai detik ini saya pastikan coach RD masih menjadi pelatih Madura United,’’ kata Direktur PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB) Zia Ulhaq saat dihubungi Jawa Pos kemarin sore.

Namun, hal itu bisa saja berubah dalam waktu dekat. Manajemen akan melakukan pertemuan lanjutan. Mereka akan memastikan bagaimana langkah tim jelang seri ketiga. Termasuk apakah tetap menggunakan jasa RD sebagai pelatih.

’’Kami akan pastikan masa depan coach RD secepatnya. Maksimal besok (hari ini) kami sudah membuat keputusan. Nanti kami umumkan bisa melalui rilis resmi,’’ jelasnya.

Madura United memang sedang dalam performa buruk. Laskar Sape Kerrap kini hanya berada dua setrip di atas zona degradasi. Dari 11 laga yang sudah dijalani, Madura United hanya bisa menang dua kali.

M. Fachruddin dkk menelan empat kekalahan dan lima hasil imbang. Zia memastikan performa buruk itu akan dievaluasi. ’’Jadi, bukan hanya pelatih. Kami akan melakukan evaluasi secara menyeluruh,’’ tegas Zia.

Sampai saat ini, Zia belum menerima laporan hasil seri kedua secara keseluruhan. Jika laporan sudah ada, dia bersama jajaran direksi akan mempelajarinya. Kemudian melihat sisi mana saja yang perlu dibenahi.

’’Jadi, ini bukan soal pelatih saja. Tapi juga bagaimana langkah tim untuk menatap seri-seri berikutnya,’’ jelas pria yang akrab disapa Habib tersebut.

Sejatinya, sejak awal musim, Madura United tidak mematok target tinggi. Maklum, kompetisi dimulai setelah satu setengah tahun terhenti.

Tapi, berada di papan bawah jelas tidak pernah dibayangkan pihak direksi Madura United. Karena itu, mereka ingin melakukan pembenahan agar tim bisa bangkit kembali.(JawaPos)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *