Mane Bukan Lagi Supermane

Reaksi wide attacker Liverpool FC Sadio Mane setelah gagal menjebol gawang West Ham United dalam matchweek ke-12 Premier League di London Stadium kemarin (8/11). (TWITTER)

JawaPos.com – Wide attacker Liverpool FC Sadio Mane menerima julukan Supermane dari para fans LFC. Selayaknya superhero DC Comics Superman, Mane sering kali jadi penyelamat LFC dalam momen-momen penting, Terutama saat The Reds terancam mengalami kekalahan.

Sayang, bukan citra seperti itu yang ditampilkan Mane saat LFC tersungkur dalam matchweek ke-12 Premier League di London Stadium kemarin (8/11).

Tak hanya tidak mampu menghindarkan LFC dari akhir streak unbeaten dalam 26 laga sejak April lalu. Performa Mane menuai kritik dalam kekalahan 2-3 oleh tuan rumah West Ham United tersebut.

Tidak ada kontribusi gol atau assist dari bintang timnas Senegal tersebut. Yang paling membuat The Kop –sebutan fans LFC– kecewa adalah saat Mane melewatkan peluang terakhir LFC untuk menyamakan kedudukan pada menit ke-90+1.

”LFC sudah kehilangan Supermane,’’ tulis Liverpool Echo dalam salah satu analisisnya tentang kekalahan skuad Juergen Klopp di London Stadium kemarin.

”Payah sekali permainannya (Mane) hari ini (kemarin, Red),’’ sahut pandit BBC Sport yang juga mantan striker Arsenal dan timnas Inggris Ian Wright.

Menurut Wright, Mane musim ini semakin jauh dari sosok pemain yang mampu mengkreasi peluang atau memberi jalan bagi rekannya untuk mencetak gol.

Tidak seperti tandemnya di lini serang LFC, Mohamed Salah dan Diogo Jota. Dengan kata lain, Wright memandang Mane cenderung sebagai pemain yang hanya memburu gol untuk diri sendiri.

”Dia (Mane) seperti tidak mempunyai visi apa pun dalam permainan tim. Ditambah kegagalannya (menciptakan gol, Red). Parah sekali,’’ tambah Wright yang pernah bermain untuk West Ham United pada musim 1998–1999.

Bahkan, mantan winger LFC Steve McManaman menyebut Mane sebagai salah seorang yang berperan atas terciptanya gol kedua The Hammers lewat gelandang serang Pablo Fornals pada menit ke-67.

Mane tidak banyak membantu bek kiri LFC Andy Robertson ketika menyerang balik. Pendapat bek tengah LFC Virgil van Dijk seolah melegitimasi hal itu. Yaitu, rekan setimnya terlalu bernafsu menjebol gawang West Ham United yang tampil dengan pertahanan solid.

”Seharusnya kami lebih bersabar untuk menciptakan gol penyeimbang dan mewaspadai serangan balik lawan,” ucapnya kepada BT Sport.

Kekalahan di London Stadium membuat LFC tergusur oleh West Ham United alias Jordan Henderson dkk kini menempati peringkat keempat. Gap dengan pemuncak klasemen Chelsea pun menjadi empat poin (22-26).(JawaPos)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *