Kasus Kejahatan Anak di Bawah Umur Kian meningkat

Mahrit Kaway (DOK/C EPOS)

*Mayoritas Kasus Pemerkosaan dan Penyalahgunaan Narkoba

JAYAPURA  Pertumbuhan kasus kejahatan anak di bawah umur di Kota Jayapura, terus mengalami peningkatan. Kepala Badan Pemasyarakatan (kabapas) Kelas II, Balai Pemasyarakatan (Bapas) Subsi Klien Anak Mahrit Kaway mengatakan mayoritas kasus merupakan kasus pemerkosaan terhadap anak di bawah umur.

  Dia mengatakan , tahun lalu terdapat 100-an kasus anak sedangkan untuk tahun ini sudah mencapai 79 kasus dari awal bulan sampai bulan november ini.

“Paling banyak yang kami tangani itu kasusnya pemerkosaan anak dibawah umur setelah itu narkoba. Sedangkan angka yang kami catat di tahun ini ada 79 kasus anak sampai detik ini, 79 kasus ini meliputi korban dan pelaku. Saya akui ditahun ini lebih meningkat daripada tahun sebelumnya yakni tercatat 100 lebih kasus setelah kami tutup buku dengan rata-rata anak berusia 15 sampai 17 tahun.” Ungkapnya.

Mahrit Kaway juga mengatakan ada beberapa faktor penyebab terjadinya anak melakukan tindak kejahatan tersebut diantaranya kurangnya perhatian dari orang tua dalam menjaga anak, terhimpitnya ekonomi, dan faktor lingkungan pergaulan.

“Pemicu atau faktor anak bisa melanggar hukum itu kita lihat dari banyak sisi, seperti kurangnya rasa perhatiannya dari orang tua, lalu faktor ekonomi, dan yang paling umum adalah faktor lingkungan pergaulan itu sendiri,”jelas Mahrit

Sementara itu Bodowin Rumbiak  salah satu pejabat Fungsional  di Bapas Jayapura mengungkapkan lingkungan pergaulan dan ekonomi menjadi faktor utama yang banyak menimbulkan terjadinya kasus anak, seperti halnya kasus narkoba, terlebih lagi di jaman modern sekarang anak-anak sudah memegang smartphone yang canggih, hal tersebut menjadi pemicu rasa iri terhadap sesama temannya.

“Pada kasus narkoba sendiri lebih cenderung ke faktor ekonomi dan salahnya lingkungan pergaulan, hal tersebut anak-anak akan yang mempunyai ekonomi yang kurang mampu merasa tersaingi oleh temannya sendiri yang memiliki smartphone canggih, apalagi di zaman modern ini dimana mayoritas anak-anak umur 12 tahun ke atas sudah mulai memegang hp sendiri. Kemudian anak tersebut diberikan iming-iming berupa uang satu sampai dua juta rupiah dari para pengedar narkoba untuk membantu mereka mengirim narkoba (kurir) ke beberapa tempat,”ucapnya. (cr-265/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *